Rabu, 17 Jun 2026 21:52 WIB

Ratusan Massa Desa Banyuanyar Lurug Polres Banyuwangi, Ada Apa?

 Warga Desa Banyuanyar mendapat kawalan Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabba saat melurug Polres Banyuwangi
Warga Desa Banyuanyar mendapat kawalan Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabba saat melurug Polres Banyuwangi

jatimnow.com - Ratusan massa dari Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru melurug ke Mapolres Banyuwangi. Mereka mendesak polisi mengungkap dalang kasus program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di desanya.

Massa merasa belum puas atas ditetapkannya Gito Ketua Pokmas PTSL Desa Banyuanyar sebagai tersangka. Masyarakat Desa Banyuanyar menduga ada keterlibatan dari pihak desa dan kecamatan yang mengeluarkan Surat Ketetapan (SK) Pokmas PTSL.

Baca Juga: Diduga Cekcok Masalah Tanah, Pria Pamekasan Dikeroyok di Rumahnya

"Kami kesini ini mendukung polisi untuk bisa mengungkap, sekaligus mendesak agar mengungkap kasus ini sampai ke akarnya," kata Juri perwakilan massa usai pertemuan di ruang Reserse Kriminal Polres Banyuwangi, Rabu (2/1/2018).

Menurut Juri, dalam kasus ini terdapat 300 orang yang menjadi korban dugaan pengutan liar program pendaftaran tanah di Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru.

"Teman-teman kesini itu cari keadilan. Kalau dugaan keterlibatan ada tapi saya gak berani menyebut," katanya.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratistha Wijaya mengatakan dalam audiensi bersama 6 orang perwakilan dari Desa Banyuanyar sudah disampaikan perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga: Dua mahasiswi tewas kecelakaan di jalur "tengkorak" Banyuwangi

"Dari kasus ini pemberkasan sudah kami serahkan ke kejaksaan dan ada petunjuk yang harus kami lengkapi. Setelah itu kami serahkan kembali," ujarnya.

Sedangkan dugaan keterlibatan dari pihak desa atau kecamatan dalam kasus ini, tambahnya, belum ada bukti-bukti yang cukup untuk menjerat.

"Dari hasil penyidikan memang ada indikasi oknum lain. Namun kesulitan kami belum menemukan alat bukti," tukasnya.

Baca Juga: Pemuda Perkosa Kekasih Dibawah Umur

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.