Minggu, 21 Jun 2026 04:57 WIB

Ampas Tebu Pencegah Bahaya Merkuri Bawa Mahasiswa ITS Juara Nasional

Tiga mahasiswa ITS pencipta Ampas Tebu Pencegah Bahaya Merkuri
Tiga mahasiswa ITS pencipta Ampas Tebu Pencegah Bahaya Merkuri

jatimnow.com - Merkuri merupakan senyawa kimia yang sangat berbahaya bila terakumulasi dalam tubuh ikan maupun manusia. Namun Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah menciptakan metode untuk mencegahnya.

Mahasiswa ITS menciptakan metode biosorben dari ampas tebu yang dapat mengikat merkuri. Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Vicario Baroroh, Irmariza Shafitri Caralin dan Alvin Rahmad Widyanto.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Biosorben merupakan bahan yang memiliki banyak pori-pori, sehingga proses adsorpsi (kondisi di mana sesuatu memasuki zat lain) dapat berlangsung pada dinding pori atau terjadi pada daerah tertentu di dalam partikel tersebut.

Mahasiswa dari Departemen Kimia tersebut mengaku memilih metode biosorben karena dapat mengurangi kadar bahaya merkuri hingga 92 persen. Setelah kadar berkurang, merkuri masih dapat digunakan kembali untuk memurnikan emas.

“Penggunaannya efektif hingga 100 kali permunian,” ujar Vicario Baroroh, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Proses uji biosorben merkuri tersebut dilakukan menggunakan karbon aktif dari ampas tebu, setelah ampas tebu diaktivasi oleh larutan natrium hidroksida dan hidrogen klorida, hasil aktivasinya dilanjutkan dengan adsorpsi logam merkuri. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas adsorpsi dan isoterm, yaitu nilai perubahan keadaan gas pada suhu yang tetap.

"Berdasarkan hasil pengujian, perlakuan aktivasi ternyata memberikan perubahan ukuran pada adsorben (zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida) yang semula berukuran besar menjadi lebih kecil dan selektif. Ukuran kecil inilah yang membantu meningkatkan kapasitas adsorpsi terhadap merkuri,” paparnya.

Menurut Roroh, dirinya bersama dua temannya memilih ampas tebu sebagai bahan karbon aktif karena kandungan selulosanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekam padi maupun jerami.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dengan kandungan selulosa yang tinggi, lanjut Roroh, akan berdampak pada kapasitas adsorpsi merkuri yang tinggi. “Selain itu, pemilihan ampas tebu ini didasari keberadaannya yang mudah didapat," tegasnya.

Melalui hasil inovasi tersebut, tim yang dibimbing oleh Ir Endang Purwanti ini berhasil meraih juara pertama di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Cosmos di Universitas Diponegoro, beberapa waktu lalu

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.