Rabu, 17 Jun 2026 00:27 WIB

Bersihkan Hutan Mangrove, Mahasiswa UWIKA Galakkan Gerakan Nol Sampah

Mahasiswa UWIKA membersihkan sampah di hutan Mangrove.
Mahasiswa UWIKA membersihkan sampah di hutan Mangrove.

jatimnow.com - Melihat video viral tentang turis asing yang menyelam di laut Nusa Penida, Bali yang memperlihatkan sampah plastik di dalam laut, mahasiswa UWIKA bersama Komunitas Nol Sampah melakukan kegiatan vegetasi dan membersihkan sampah yang diadakan di pesisir Hutan Mangrove, Wonorejo, Surabaya, Minggu, (25/3/2018).

Wawan selaku ketua komunitas menuturkan kepada mahasiswa peserta KKN mengenai betapa pentingnya keberadaan vegetasi mangrove untuk menjaga keseimbangan alam laut dan daratan serta sampah yang telah mengancam vegetasi ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selama ini pihaknya telah berupaya keras menggandeng warga dan institusi untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove yang kini merupakan satu-satunya di Surabaya.

Kegiatan ini juga bertujuan membuka pandangan mahasiswa mengenai betapa perlunya kita menggalakkan ‘zero waste’ dalam segala aktivitas kita khususnya dalam kegiatan produksi.

Jika tidak, maka pemandangan seperti yang ada di hutan mangrove ini tidak akan berubah. Bersama-sama mahasiswa UWIKA dan Komunitas Nol Sampah membersihkan dan memunguti sampah yang ada di hutam mangrove Wonorejo.

Banyak dari mahasiswa bingung dan bertanya-tanya, bagamana bisa sampah ini ada di Hutan Mangrove tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sampah tersebut terbawa oleh arus laut hingga ke pesisir pantai, ketika laut mulai surut kemudian sampah-sampah tersebut tersangkut dan tertinggal di hutan mangrove, dan inilah yang sangat mengancam kehidupan mangrove Wonorejo," ujar Wawan

Risma salah satu dosen pembimbing KKN UWIKA mengatakan penilaian KKN ini tidak dilihat seberapa banyak sampah yang telah dikumpulkan mahasiswa dari hutan mangrove: Namun lebih kepada bagaimana mahasiswa bekerjasama dengan komunitas terkait untuk memahami dan menjaga keberadaan ekosistem ini.

"Banyak dari mereka mengatakan bahwa ini adalah pengalaman pertama kali bagi mereka bergelut dengan lumpur di hutan mangrove.Dan tak sedikit yang terheran-heran karena menemukan bermacam-macam sampah yang tak terduga dan tak terpikir akan mereka temui di sini, seperti sampah pakaian dalam,” ujar Risma.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ekosistem laut sangat bergantung pada pola dan kebiasaan hidup manusia, sampah yang terbawa oleh arus laut hingga ke pesisir pantai sangat berdampak negatif terhadap mangrove dan menjadi perhatian penting bagi sesama untuk menjaganya.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.