Senin, 15 Jun 2026 07:56 WIB

Di Balik Amblesnya Jalan Raya Gubeng, Siapa Paling Tanggung Jawab?

Foto: Ery Andika
Foto: Ery Andika

jatimnow.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk menyebut PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) Tbk selaku kontraktor pondasi  proyek RS Siloam ikut bertanggung jawab atas amblesnya Jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya, Jatim, pada Selasa (18/12) malam.

Dirut PT NKE Tbk, Djoko Eko Suprastowo di Surabaya, Jumat  (21/12/2018) mengatakan jika yang dipermasalahkan penyebab jalan ambles itu karena "solder pile" atau dinding penahan tanah yang dipasang berjajar dengan kedalaman tertentu itu tidak kuat menahan, maka yang yang bertanggung jawab pertama kalinya adalah PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (Indopora).

"Pekerjaan solder pile dan bor pile (pondasi dalam berbentuk tabung atau tiang pancang) yang dikerjakan NKE pada proyek itu hanya melanjutkan pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor sebelumnya (PT Indopora). Kami lebih banyak membangun strukturnya," kata Joko kepada Antara.

Ia menjelaskan bahwa proyek Gubeng Mixed Use atau Basement RS Siloam ini dikerjakan oleh beberapa pihak yakni PT Saputra Karya (selaku pemberi kerja), PT NKE (kontraktor struktur), PT Indopora (kontraktor pondasi).

Selanjutnya PT Ketira Engineering Consultans (konsultan struktur), PT Saputra Karya (konsultan pengawas), Blue Antz (konsultan arsitek), PT Global Rancang Selaras (konsultan rumah sakit) dan PT AAecom Indonesia (konsultan QS).

Diketahui NKE mendapatakan kontrak pekerjaan proyek Gubeng Mixed Use untuk fase pertama pada Desember 2017 dengan nilai kontrak sebesar Rp165 miliar dari pemberi kerja PT Saputra Karya.

Pekerjaan pada fase pertama adalah pekerjaan struktur bangunan berupa galian basemen, pekerjaan ground anchor dan pekerjaan struktur basemen yang terdiri dari 4 lantai basemen, 1 lantai ground floor, 9 lantai podium dan 14 lantai tower dengan luasan total 66.960 meter persegi.

"Pekerjaan yang telah dilakukan NKE berupa penguatan 'solder pile' dan 'bor pile', penggalian dan pelaksanaan dewatering (pekerjaan pengeringan) dan pemasangan 'ground anchor' (menahan beban lateral dari timbunan tanah di belakang dinding penahan tanah)," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut dia, seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan telah sesuai dengan arahan dan permintaan dari konsultan perencanaan PT Ketira Engineering Consultants dan diawasi langsung oleh pemberi kerja PT Saputra Karya.

Joko mengatakan dalam pelaksanaannya, proyek tersebut sempat mengalami beberapa kali perlambatan ("slow down") dan pada akhirnya dihentikan oleh pemberi kerja PT Saputra Karya pada 5 November 2018 dan dilanjutkan kembali pada pertengahan Desember 2018.

"Sekitar pukul 21.00 WIB (18/12), solder pile pada sisi Jalan Raya Gubeng mengalami 'collapse' (runtuh) sehingga mengakibatkan sebagian jalan mengalami ambles," katanya.

Mengenai detail teknis penyebab terjadinya jalan ambles tersebut, Joko mengatakan hingga saat ini masih dalam penelitian dan penyelidikan dari Badan Pusat Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sambil menunggu hasil penyelidikan itu, lanjut dia, NKE akan melakukan rekondisi atau pemulihan penuh terhadap sebagian Jalan Raya Gubeng yang ambles pada Selasa (18/12) malam.

"Kami bertanggung jawab penuh dalam hal ini," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga sudah mendapat izin dari Kepolisian Daerah Jatim untuk truk-truk pengangkut pasir dan batu agar bisa masuk ke Surabaya selama 24 jam.

Mendapati hal itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya tidak mau tahu siapa yang paling bertanggung jawab atas kejadian itu.

"Yang penting siapa yang mengerjakan itu sesuai kontrak yang ada," katanya singkat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.