Senin, 15 Jun 2026 12:05 WIB

Ini Langkah Pemprov Jatim Terkait Jumlah Stunting yang Cukup Tinggi

Penandatangan pencegahan stunting anak di Jatim diwarnai dengan aksi menempelkan cap tangan di sebuah spanduk bertuliskan Deklarasi Kerja Bersama Pencegahan Stunting.
Penandatangan pencegahan stunting anak di Jatim diwarnai dengan aksi menempelkan cap tangan di sebuah spanduk bertuliskan Deklarasi Kerja Bersama Pencegahan Stunting.

jatimnow.com - Angka stunting di Jatim memang lebih rendah dari tingkat Nasional yaitu sebesar 26,2 persen. Namun, batas normal yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan, meskipun angka tersebut rendah tapi batas tersebut melampaui yang sudah ditetapkan oleh WHO. Untuk pencegahan terjadinya stunting, maka 11 Kabupaten/Kota yang menjadi persebarannya harus bersama-sama melakukan antisipasi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Secara fisik lebih pendek kemudian kemampuan untuk tumbuh kembangnya itu juga lebih rendah oleh karena kita harus mencegah terjadinya stunting ini. Kami harus melakukan upaya untuk menekan lagi karena negara-negara maju itu stuntingnya di bawah 20, maka harus ke sana," jelasnya saat ditemui di halaman kantor Gubernur Jatim, Jumat(14/12/2018).

Kohar menjelaskan bahwa permasalahan stunting di Jatim tidak hanya disebabkan oleh ketersediaan pangan atau kemampuan membeli makanan yang bergizi, melainkan dari pengetahuan masyarakat tentang gizi yang dibutuhkan oleh anak mulai dari dalam kandungan hingga masa pertumbuhan.

"Yang menjadi masalah adalah mereka pengetahuan gizinya harus bagus, pola gizinya, pola makannya harus bagus. Kemudian selera makan harus diperbaiki," tutur Kohar.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Ditempat yang sama, Ibu Gubernur Jatim, Nina Soekarwo menjelaskan bahwa pencegahaan stunting juga terus dilakukan melalui PKK. Nantinya, PKK dapat turun hingga tingkat bawah untuk menjelaskan terkait stunting.

"Pencegahaan ini sebetulnya dilakukan ditingkat PKK di tangan Posyandu sudah secara holistik integrarif. Untuk urusan tumbuh kembang yang kami sosialisasikan dari teorinya itu 4 tahun pertama 50 persen untuk tumbuh kembang otak," terang Nina.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.