Minggu, 14 Jun 2026 12:10 WIB

Risma Ingin Kota Surabaya Menjadi Kota Kupu-kupu

Keindahan bunga Tabebuya membuat warga Surabaya menjadikan swafoto.
Keindahan bunga Tabebuya membuat warga Surabaya menjadikan swafoto.

jatimnow.com - Pencanangan penanaman berbagai macam pohon oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam jumlah banyak tak lepas dari salah satu upaya menjadikan Kota Pahlawan sebagai kota kupu-kupu.

"Nanti suatu saat Surabaya akan jadi kota kupu-kupu karena kita tanami yang berbunga semua. Mulai dari Tabebuya dan sekarang telah ditanam Sakura betulan serta Jagaranda," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut menambahkan, bahwa saat ini Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau dalam proses menanam pohon berbunga lain yakni Sakura dan Jagaranda di sepanjang jalanan kota Pahlawan.

Menurutnya, kota Surabaya sendiri beberapa saat lalu menjadi kota yang sangat indah dengan mekarnya bunga Tabebuya di sepanjang jalan. Hal tersebut membuat warga Surabaya berbondong-bondong melakukan swafoto berlatarkan pohon tersebut.

"Ini kita tanam sakura betulan dan jagaranda. Nanti di beberapa tempat aku tanam. Nanti ungu semua warnanya," ungkapnya.

Penanaman pohon ini kata kata Risma, telah dilakukan pada tahun lalu. Namun membutuhkan waktu dua tahun hingga pohon-pohon tersebut berbunga, sementara untuk tanaman jagaranda masih dalam tahap penanaman.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Sudah banyak Sakuranya tapi memang belum berbunga. Mudah-mudahan setahun lagi. Nanti aku ajak ngomong mereka biar berbunga," jelas Risma diikuti gelak tawa.

Penanaman berbagai macam pohon yang nantinya tersebar di penjuru kota dilakukan agar terjadi diversifikasi taman di Kota Surabaya. Sehingga kupu-kupu yang bermunculan juga berbagai macam jenis.

"Aku juga gak tahu ini kenapa gak keluar tahun ini padahal tahun lalu keluar banyak sekali. Jadi kalau bunga-bunga tertentu warnanya kuning, kadang oranye, ada juga ungu. Itu akan terjadi karena dia ulatnya beda-beda. Kalau satu jenis, ulatnya sejenis," jelas Risma.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.