jatimnow.com - Pelaku usaha bidang food and beverage (F&B) di Surabaya terus berlomba untuk mendekatkan layanan dengan masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, tren membeli minuman tanpa datang ke outlet terus menggeliat.
Baca juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026
Melihat potensi tersebut, pelaku F&B Tea Break mengeluarkan inovasi terbarunya lewat Tea Break Express Bike.
Diluncurkan pertama di Surabaya, bakal ada empat unit yang tersebar di beberapa ruas jalan, yakni Jalan Opak, Tegalsari, Tenggilis dan Siwalankerto.
Sales Marketing Manager Tea Break Indonesia Bagus Anggito M mengungkapkan saat ini kondisi market untuk industri kuliner di Surabaya masih tumbuh positif.
Baca juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat
“Revenue di Tea Break misalnya. Average per hari ada 300 cup. Lewat Tea Break Cycling, kami berharap ada pertumbuhan 100 persen," kata Bagus, Kamis (25/7/2024).
Dia menjelaskan tujuan diluncurkan inovasi ini adalah untuk menjemput pasar dan juga mendekatkan kepada masyarakat.
Baca juga: Pesta Pernikahan Tradisional di Surabaya Kini Lebih Intim dan Mewah
“Kami akan jemput bola, mendekatkan untuk teman-teman masyarakat juga bagaimana membeli Tea Break tidak hanya ke outlet,” jelasnya.
Data BPS Jawa Timur pada 2020, Jawa Timur menempati posisi ke-3 dengan total 821 usaha kuliner. Diikuti Banten di posisi ke-4 dengan 539 usaha dan Riau di posisi ke-5 dengan 475 usaha kuliner yang berada di daerahnya.
Editor : Endang Pergiwati