jatimnow.com - Pertemuan api yang berasal dari New Delhi India, Mrapen Jawa Tengah, dan Kawah Ijen menjadikan kesan tersendiri bagi wisatawan yang menyaksikan langsung. Tak sedikit wisatawan domestik maupun Internasional berebut untuk mengabadikan momen istimewa itu, Minggu (21/7/2018).
Sekitar pukul 03.30 Wib, api obor yang berasal dari New Delhi India dan Mrapen Jawa Tengah "disatukan", sehingga momen tersebut memantik decak kagum.
Baca juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang
Pada momen ini, jumlah wisatawan di Kawah Ijen meningkat drastis. Mereka berniat menyaksikan momen pertemuan tiga api abadi (New Delhi India, Mrapen Jawa Tengah, dan Kawah Gunung Ijen yang berada di perbatasan Banyuwangi-Situbondo Jawa Timur) tersebut.
Para wisatawan berebut mengabadikan momen pertemuan tiga api abadi di area blue fire. Mereka mengaku terkesan karena momen itu menjadi pengalaman yang mereka lihat pertama kalinya.
Setelah mempertemukan api dari 3 wilayah berbeda tersebut oleh Penanggung Jawab Torch Relay Asian Games 2018 Permana Sunu dan Pino Bahari, api obor dimatikan dan dibawa turun. Namun api utamanya tetap menyala dalam sebuah sentir yang dilapisi kaca.
Hal itu dilakukan, supaya api abadi itu dapat dibawa kemana-mana termasuk saat dibawa menggunakan pesawat terbang.
Baca juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran
Sang pembawa obor, Pino Bahari (sebelumnya ditulis Vino Bahari) adalah seorang petinju yang meraih medali emas Asian Games 1990.
"Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dipercaya membawa obor Asian Games 2018," ungkap Pino di Kawah Ijen kepada wartawan, Minggu (22/7/2018).
Pino menambahkan, hal itu membuatnya teringat pada masa-masa perjuangannya, sehingga dapat meraih medali emas Asian Games 1990 di Beijing China.
Baca juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas
"Untuk mencapai tempat ini dan menyalakan obor di depan blue fire, butuh perjuangan yang panjang dan berat," ujar Pino.
Selanjutnya, api dari India dan Indonesia itu nantinya sekitar pukul 11.00 WIB akan di arak dari rest area Jambu Desa Tamansari Kecamatan Licin menuju stadion Diponegoro hingga finis di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi.
Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto
Editor : Arif Ardianto