jatimnow.com - Buah melon segar memenuhi lapak-lapak pedagang Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS). Itu dikarenakan petani melon dari berbagai daerah di Jatim banyak yang panen.
Melimpahnya buah melon tersebut terlihat di beberapa blok PIOS seperti di blok C, E dan H. Pasokan melon yang kini memenuhi lapak buah di PIOS berasal dari petani di Madura, Nganjuk, Jombang dan Blitar.
Baca juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
"Setelah ini kemungkinan Gresik, Lamongan dan Kediri yang akan panen. Prediksinya sekitar pertengahan Oktober," kata Imam, salah satu pegawai di lapak buah yang berada di blok H, Kamis (23/9/2021).
Ia mengatakan jika petani melon Kediri panen, maka pasokan buah yang memiliki beberapa nutrisi untuk memperbaiki dan menjaga tulang yang sehat akan melimpah di PIOS. Karena luas lahan petani melon di Kediri mencapai sekitar 600 hektar.
"Dari informasi yang saya dapat, lahan petani melon di Kediri seluas 600 hektar," bebernya.
Baca juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya
Imam juga mengatakan jika lapaknya baru saja kedatangan pasokan melon dari Madura sebanyak 5,5 ton, Nganjuk 6,5 ton dan Blitar 5,5 ton. Stok tersebut diprediksi akan habis dalam 2 atau 3 hari.
"Kalau untuk harga jual melon di lapak saya ini berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram," tandas Imam.
Baca juga: DPRD Surabaya: Wilayah Perbatasan Kita Pastikan Tidak Tertinggal
Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com
Editor : Sandhi Nurhartanto