jatimnow.com - Para pelajar asal Papua yang berada di Kabupaten Pasuruan terlibat dalam gerakan Kampung Tangguh Semeru di komplek Perumahan Pondok Mentari, Kecamatan Kejayan.
Pelajar asal Papua yang kesemuanya perempuan itu bersama ibu-ibu PKK kampung setempat menjaga lingkungan mereka agar terhindar dari penularan Covid-19 pada Sabtu (13/6/2020).
Baca juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI
Mereka juga berkreasi menularkan seni rajut pembuatan tas noken dan makanan khas papeda, kepada para pemuda-pemudi kampung.
"Kami para pelajar sangat senang bisa diajak berpartisipasi bersama mama-mama di sini untuk mencegah penularan Covid-19. Kami bisa sama-sama buat noken dan papeda untuk mengobati kangen kami kepada keluarga di rumah," ujar Sabrina, salah satu pelajar asal Papua yang bersekolah di SMAN 1 Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan
Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan bahwa Kampung Tangguh Semeru tidak hanya melawan Covid-19, tapi juga melawan semua permasalahan yang menjadi musuh bersama masyarakat. Di antaranya kesehatan, kekerasan anak, kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan dan lainnya.
"Jadi konsep Kampung Tanggung ini berbasis POP (problem oriented policing), yang di situ melibatkan semua unsur untuk terlibat aktif secara kolaboratif, mencari solusi riil yang dihadapi masyarakat," paparnya.
Baca juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK
Rofiq menyebut bahwa selain mampu menekan laju persebaran Covid-19, secara spesifik di setiap Kampung Tangguh Semeru mampu menjadi early detection dari permasalahan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan penanganan Covid-19.
"Kampung Tangguh ini juga menjadi sarana untuk anak-anak kita ini, terutama anak-anak dari Papua yang menimba ilmu di sini. Mereka bisa ikut terlibat langsung bagaimana melakukan kegiatan secara kolaboratif, berkonsep kekeluargaa. Ini menjadi menarik karena ada transfer kebudayaan antar suku di sini," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie