Kasus Rambut Dicukur Ngawur Diambil Alih Polres Banyuwangi

Reporter : Hafiluddin Ahmad
Wali murid di Polres Banyuwangi

jatimnow.com - Penyelidikan kasus cukur rambut secara serampangan terhadap 22 siswa SDN 02 Patoman Kecamatan Blimbingsari akan diambil alih oleh Polres Banyuwangi.

Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setyo Budi mengatakan kasus diambil alih ke Polres Banyuwangi dikarenakan upaya mediasi yang dilakukan hingga kedua kalinya belum menemui titik temu alias buntu.

Baca juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bahkan upaya mediasi yang kedua di Mapolsek Rogojampi tidak dihadiri oleh pihak sekolah, wali murid, dan terlapor, Arya Abri Sanjaya selaku penanggung jawab ekstrakurikuler pencak silat.

"Setelah melakukan gelar perkara nanti akan kita limpahkan ke Polres. Karena ada unit khusus yang menangani kasus perempuan dan anak," ujar AKP Agung, Sabtu (16/3/2019).

Baca juga: 

Hal ini dimaksudkan supaya penanganan yang melibatkan sekolah dengan wali murid segera menemui titik terang dan solusi. Sebab, jika dibiarkan berkepanjangan dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar.

Baca juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Waktu beberapa pihak terlibat kita undang untuk mediasi, tidak ada yang hadir, hanya orangtua terlapor saja," ujarnya.

Sebelumnya, 20 siswa dengan diantarkan orang tuanya melapor ke Polsek Rogojampi atas tindakan pencukuran rambut secara serampangan oleh gurunya. Akibat dari pencukuran secara tidak beraturan itu, tidak sedikit siswa yang mengaku trauma masuk ke sekolah. Sebab, mereka merasa malu dan takut diejek oleh teman sebayanya di kelas.

 

Baca juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

Editor : Sandhi Nurhartanto

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru