Senin, 08 Jun 2026 22:41 WIB

Hii...'Korban' Laka Lantas Berkeliaran di Pacitan

  • Penulis :
  • | Selasa, 20 Mar 2018 18:14 WIB
Salah satu 'korban' yang berkeliaran di Perempatan Penceng.
Salah satu 'korban' yang berkeliaran di Perempatan Penceng.

Baca Juga: Puluhan Personel Polres Tulungagung Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolres

jatimnow.com - 20 korban kecelakaan lalu lintas terlihat berkeliaran di Perempatan Penceng, Kabupaten Pacitan, Selasa (20/3/2018).
 
Ada yang diperban di kaki, tangan. Ada yang memakai kursi roda. Ada pula kepalanya berdarah-darah.
 
Salah satunya pria duduk di atas kursi roda, sementara kepalanya berlumuran cairan merah mirip darah. Siku kanannya juga tampak mengalami luka robek. Sedangkan kakinya dipasang gip.
 
Dibelakangnya, seorang anggota polisi berseragam mendorong kursi roda, lengkap dengan papan bertuliskan "Ojo Kecelakaan. Nyambung Balung Ragate Akeh (Jangan sampai kecelakaan, menyambung tulang berbiaya tinggi)".
 
Yang lain, seorang pria berkaos putih tampak berjalan terseok-seok. Sementara kepalanya mengeluarkan darah yang merembes hingga ke wajah.
 
Personel yang tiap hari bekerja di Kantor Samsat ini, juga memperagakan korban laka lantas. Sambil berjalan tangannya memegang papan bulat berwarna biru. 
 
 
"Getun Kuwi Ono Mburi. Mulane Sing Ati-ati (menyesal itu di belakang, maka berhati-hatilah)," begitu bunyi tulisan di papan.
 
Mereka terlihat berkeliaran. Dan mencegat warga yang kebetulan melintas di perempatan terbesar di Pacitan tersebut.
 
Ya, ke 20 korban kecelakaan lantas tersebut sebenarnya anggota Sat Lantas Polres Pacitan. Setelah sukses menggelar operasi keselamatan dengan kostum ala super hero, kini polisi menggelar aksi teatrikal. 
 
Tentu saja, saat lampu merah menyala pengguna jalan dapat leluasa menyaksikan tontonan tersebut. Tak sedikit yang memicingkan mata tanda kengerian.
 
Ada pula yang mengeluarkan gawai untuk mengabadikan momen unik tersebut.
 
Kasatlantas Polres Pacitan AKP Hendrix K Wardana mengatakan, sejauh ini pihaknya tetap mengedepankan tindakan pre-emtif dalam menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas.
 
Pemilihan tema korban laka lantas yang dikemas dalam aksi teatrikal diharapkan lebih mengena. Sebab, mereka dapat melihat langsung dampak yang terjadi, sebagai akibat pelanggaran saat berkendara di jalan.
 
"Kalau yang begini sebagai shock terapi. Jika tidak patuh bisa jadi akan menjadi korban laka, seperti anggota lantas yang disulap menjadi korban kecelakaan tersebut," kata AKP Hendrix.
 
Ia mengatakan, sejak digelarnya Operasi Keselamatan 2018, kejadian kecelakaan lalu lintas di Pacitan menurun. 
 
Kedepan budaya tertib berlalu lintas diharapkan menjadi gaya hidup masyarakat tanpa mengandalkan kehadiran polisi mengawasinya.
 
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.