Rabu, 22 Jul 2026 01:38 WIB

Pemkab Jember Siapkan Langkah Taktis Hadapi Ancaman Kekeringan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 09 Jul 2026 21:30 WIB
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan langkah taktis dalam menghadapi ancaman kekeringan yang mengintai di musim kemarau ini. Fokus utama pada pemetaan zona rawan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa fenomena alam ini menuntut kewaspadaan dini agar dampaknya tidak mengganggu aktivitas harian warga. Khususnya, di sektor domestik dan pertanian.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

Sebagai langkah awal, BPBD Jember telah memperbarui data wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami krisis air. Menurut Edy, langkah ini krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan efisien.

"Kami terus memantau pergerakan cuaca dan kondisi debit air di lapangan. Zona-zona yang secara historis sering mengalami defisit air bersih kini menjadi prioritas pengawasan kami," ujar Edy, Rabu (8/7/2026).

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, Pemkab Jember telah menyiapkan armada tangki air yang siap bergerak kapan saja ke titik-titik pemukiman yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. BPBD juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan air baku tetap aman.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

Paling anyar, dengan memberikan bantuan air bersih kepada sejumlah 125 KK yang terdampak di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.

Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek berupa dropping air, Pemkab Jember juga menginisiasi program mitigasi struktural demi menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Saat ini, Kepala BPBD Jember mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Edy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama perangkat desa dan kecamatan, untuk segera melapor ke posko BPBD jika mulai muncul tanda-tanda krisis air di wilayahnya.

"Kerjasama dan kecepatan laporan dari warga sangat kami butuhkan agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum dampaknya meluas," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.