Selasa, 21 Jul 2026 23:19 WIB

Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 14 Jul 2026 17:30 WIB
Bupati Jember Gus Fawait meninjau penataan food street di Jalan Kartini, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo Jember for jatimnow.com)
Bupati Jember Gus Fawait meninjau penataan food street di Jalan Kartini, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo Jember for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengebut proyek pembangunan kawasan kuliner atau food street yang berlokasi di sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto. Ditargetkan rampung pada Desember 2026, kawasan ini dirancang terintegrasi langsung dengan Stasiun Jember dengan mengusung konsep ramah pejalan kaki, layaknya kawasan Malioboro di Yogyakarta.

Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau langsung progres pembangunan tersebut pada Senin (13/7/2026). Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk menghadirkan ikon keramaian baru yang akan mendongkrak perekonomian daerah, sekaligus menata sektor informal.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

"Target kami pada Desember mendatang, kawasan food street ini sudah bisa diresmikan dan dibuka untuk umum. Tempat ini diproyeksikan menjadi pusat keramaian baru di Jember, mulai sentra kuliner, spot foto estetik, hingga aktivitas hiburan lainnya," kata Fawait.

Daya tarik utama dari proyek penataan ini adalah konektivitasnya dengan Stasiun Jember yang kini telah bersolek lebih modern. Gus Fawait memproyeksikan kawasan tersebut menjadi satu kesatuan rute pariwisata kota yang terpadu.

"Stasiun kita sekarang sudah sangat bagus. Ke depan, wisatawan atau warga yang turun dari kereta di Stasiun Jember cukup berjalan kaki untuk menikmati keindahan kota, berwisata kuliner di kawasan food street, hingga terhubung langsung ke Alun-Alun. Ini akan menjadi satu kesatuan destinasi wisata kota yang terpadu," ujarnya.

Terkait progres fisik di lapangan, Gus Fawait menyebutkan bahwa pembangunan saat ini baru menyentuh angka 25 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lampu penerangan jalan juga masih dalam tahap pengerjaan. Meski demikian, ia memastikan seluruh aspek kenyamanan dan keamanan telah dimatangkan.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM, Pemkab Jember akan memfasilitasi kebutuhan usaha mereka secara penuh.

Pemerintah akan menyediakan gerobak usaha yang seragam hingga pengelolaan kebersihan yang terintegrasi. Pihaknya juga bakal menyiapkan panggung hiburan berkala sebagai wadah bagi anak muda kreatif Jember, seperti pertunjukan musik akustik atau kesenian lokal.

Untuk menjaga ketertiban, Pemkab akan menerjunkan tim khusus yang bertugas mengelola sistem keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta kebersihan area.

Baca Juga: Pemkab Jember Siapkan Langkah Taktis Hadapi Ancaman Kekeringan

Menutup keterangannya, Gus Fawait menjamin bahwa penataan ini tidak akan merugikan warga yang bermukim di sekitar lokasi.

"Penataan ini justru akan meningkatkan nilai kawasan secara signifikan. Dengan infrastruktur yang lebih rapi, bersih, dan tertib, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kartini akan bertransformasi menjadi area bernilai ekonomi tinggi. Ini tentu menjadi bonus dan keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar," kata dia.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.