Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Program Peta Cinta Bereskan Masalah Pengurusan e-KTP di Jember

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 04 Jul 2026 15:20 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat Launching program Peta Cinta (Foto: Diskominfo for jatimnow.com)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat Launching program Peta Cinta (Foto: Diskominfo for jatimnow.com)

jatimnow.com – Persoalan menahun menumpuknya pengajuan e-KTP di Kabupaten Jember akhirnya menemukan titik terang. Melalui inovasi Program Pelayanan Tuntas Cetak e-KTP di Kecamatan (Peta Cinta) yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), permasalahan tersebut kini berhasil dibereskan.

Sebelum program ini diluncurkan pada 5 Januari 2026 lalu, masyarakat Jember yang tinggal di wilayah pelosok harus menempuh jarak puluhan kilometer menuju pusat kota hanya untuk mengurus dokumen kependudukan. Jarak geografis yang jauh, keterbatasan blangko, serta minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat kecamatan membuat proses pengajuan e-KTP kerap telantar hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Namun, wajah pelayanan publik itu kini berubah total. Program Peta Cinta sukses memotong rantai birokrasi yang panjang dengan menyelesaikan antrean cetak e-KTP tahun 2025 yang sempat menembus angka 66.000 pengajuan. Terhitung sejak awal tahun hingga Juli 2026, Dispendukcapil Jember tercatat telah berhasil mencetak sebanyak 111.648 keping e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, cepat, dan tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Kami berkomitmen menjaga ketersediaan blangko e-KTP demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jember. Tidak boleh ada lagi warga yang kesulitan atau menunggu lama hanya untuk mendapatkan hak identitasnya," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Saat ini, setiap kantor kecamatan di Jember telah diperkuat oleh dua petugas khusus Dispendukcapil. Fasilitas pendukung seperti mesin cetak, tinta, hingga ketersediaan blangko dipastikan aman, sehingga pelayanan tidak lagi bersifat sentralistik di pusat kota.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Senada dengan itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa arah pembangunan Pemkab Jember saat ini digeser untuk lebih fokus pada pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan rakyat, bukan pada proyek elitis.

“Prioritas pembangunan Pemkab Jember hari ini bukan lagi sekadar kantor pemerintahan atau fasilitas yang elitis, tetapi pelayanan yang langsung dirasakan rakyat,” tegas pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

Gus Fawait menambahkan, selama ini jarak, waktu tempuh, dan biaya transportasi menjadi beban berlapis bagi warga pinggiran. Kondisi tersebut sempat menciptakan ketimpangan akses seolah-olah hak administrasi hanya mudah dinikmati oleh warga pusat kota.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

“Warga Jember tidak hanya tinggal di kota. Mereka ada di desa, di pelosok, di pinggir hutan, kebun, dan pantai. Kalau layanan hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula,” lanjutnya.

Hadirnya program Peta Cinta diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam transformasi pelayanan publik di Jember. Bagi Pemkab Jember, kebijakan ini bukan sekadar urusan pemenuhan administrasi, melainkan sebuah pesan kuat bahwa negara hadir hingga ke tingkat terbawah demi menjamin hak dasar seluruh warganya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.