Rabu, 22 Jul 2026 04:12 WIB

Tak Harus Bermodal Besar, Markas UKM Buka Jalan UMKM Naik Kelas

Markas UKM saat Jagongan Bareng RLD, Studio Istara FM, Jumat (26/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Markas UKM saat Jagongan Bareng RLD, Studio Istara FM, Jumat (26/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Markas UKM bersama Rumah Literasi Digital (RLD) mengajak pelaku UMKM untuk tidak lagi membangun usaha seorang diri. Melalui ekosistem komunitas, pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan, pelaku usaha dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang bahkan menembus pasar internasional.

Pesan tersebut mengemuka dalam program siaran interaktif Jagongan Bareng RLD bertema "Bersama Komunitas Membangun Ekosistem, Mengakselerasi UMKM Naik Kelas" yang disiarkan langsung dari Studio 101.1 Istara FM, kawasan Kampus Unitomo Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Harliantara: Hak untuk Dilupakan Tak Boleh Kebiri Kemerdekaan Pers

Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, mengatakan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak cukup diselesaikan dengan semangat berwirausaha semata. Menurutnya, keberadaan ekosistem yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar usaha dapat terus berkembang.

"Kami tidak ingin UMKM berjalan sendiri. Karena itu, Markas UKM mengadakan pelatihan rutin setiap bulan serta membangun kolaborasi dengan instansi pemerintah maupun perusahaan agar pelaku usaha memiliki ekosistem yang kuat untuk bertumbuh," ujar Koko.

Markas UKM juga ingin menghapus anggapan bahwa komunitas bisnis hanya diperuntukkan bagi pengusaha yang sudah mapan.

Kepala Bidang Koperasi dan Permodalan Markas UKM, M. Djaelani, mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi siapa pun, termasuk pelaku usaha yang baru memulai sebagai reseller.

"Banyak yang menganggap pendampingan bisnis hanya untuk pengusaha besar. Padahal kami menerima siapa saja. Kami mendampingi sejak awal, membantu akses permodalan koperasi yang sehat, hingga usaha mereka berkembang," ungkapnya.

Selain permodalan, kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi perhatian. Kepala Bidang IT dan Digital Marketing Markas UKM, Eka Zendy Listiawan, menilai pelaku UMKM perlu memahami strategi pemasaran digital, bukan sekadar mengikuti tren media sosial.

Baca Juga: Forum Pemred SMSI Jatim: Sengketa Berita Wajib Lewat UU Pers

"Pelaku usaha membutuhkan literasi digital agar mampu membangun personal branding yang kuat. Kami sedang menyiapkan bootcamp yang dapat diikuti anggota maupun masyarakat umum supaya lebih siap bersaing di pasar digital," terangnya.

Pendampingan tersebut telah dirasakan sejumlah anggota. Salah satunya Tri, pelaku usaha kuliner yang berhasil memasarkan produk camilan khas Indonesia ke Singapura, Malaysia, dan Brunei.

"Menembus pasar luar negeri hampir mustahil dilakukan sendirian. Markas UKM bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi keluarga yang membimbing kami dalam setiap tahap pengembangan usaha," tuturnya.

Cerita serupa datang dari Tias, pelaku usaha kriya yang mengolah limbah daun menjadi produk syal bernilai jual lebih tinggi.

Baca Juga: Diskominfo Jatim Akui Ada Gap Aturan Penghapusan Konten dengan Hosting Luar Negeri

"Pendampingan dari komunitas membuat kualitas produk dan daya saing usaha saya meningkat," ucapnya.

Melalui program Jagongan Bareng RLD, Rumah Literasi Digital berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan ruang belajar dan kolaborasi agar mampu meningkatkan kapasitas usaha.

Komunitas dinilai dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pengetahuan, jaringan, hingga peluang memperluas pasar ke tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.