Rabu, 22 Jul 2026 05:38 WIB

Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Persatuan dan Tangkal Hoaks

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 23 Jun 2026 12:26 WIB
Indah Kurnia menyampaikan gagasan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Tim Media Center for jatimnow.com)
Indah Kurnia menyampaikan gagasan dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Tim Media Center for jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/6).

Kegiatan yang dihadiri pengurus partai, simpatisan, serta warga dari Waru, Gedangan, dan Sedati tersebut menjadi ruang dialog mengenai nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Dalam pemaparannya, Indah menyampaikan perkembangan terkait status hukum Presiden pertama RI, Soekarno. Menurutnya, pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 menjadi informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.

"TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 tentang pencabutan kekuasaan negara dari Presiden Soekarno telah dicabut. Artinya, tuduhan bahwa Bung Karno melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendukung PKI tidak terbukti. Kami akan terus menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas dan fungsi anggota MPR RI," ujar Indah.

Peraih mandat rakyat untuk periode keempat di Senayan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sosial. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas.

"Tetap rukun, tetap guyub, dan terus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan. Semangat gotong royong, berbagi kepada sesama, toleransi, serta mencintai bangsa dan tanah air harus terus dijaga," katanya.

Baca Juga: Surabaya Pahlawan Jazz Gelar Konser Mingguan Gratis di Ciputra World

 

Indah juga mengingatkan warga agar menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Mari berbakti kepada negeri ini dengan cara kita masing-masing. Jika belum bisa memberikan manfaat yang besar, setidaknya jangan menambah masalah atau keburukan bagi sesama," tuturnya.

Baca Juga: BNI dan LPS Ramaikan Tanjung Perak Jazz 2026, Ribuan Penonton Padati Surabaya

Pandangan serupa disampaikan Ade, narasumber lokal yang juga menjabat Ketua Yayasan Wahana Narasi Indonesia di Sidoarjo. Ia menilai kegiatan sosialisasi kebangsaan masih sangat relevan, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.

"Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Bu Indah. Anak-anak muda perlu memahami Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan agar memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," tandasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.