SPPG Al-Mubarok 3 Jember Minta Maaf Sebabkan Puluhan Murid TK Keracunan
- Penulis : Yanuar D
- | Jumat, 22 Mei 2026 15:00 WIB
jatimnow.com - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok 3 Kaliwates, Ahmad Farid Anam meminta maaf atas peristiwa dugaan keracunan yang dialami puluhan murid TK Hidayatullah Mubtadi'in. Pihaknya berjanji menanggung semua biaya pengobatan puluhan siswa terdampak.
"Saya kepala SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates mohon maaf sebesar-besarnya, terkait atas kejadian hari ini dan kemarin," katanya, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: BGN Hentikan Operasional Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Gegara Limbah
"Kita kroscek dan untuk biaya pengobatan dan semuanya yang tidak punya BPJS kita cover. Sudah selesai administrasi, sebagai pertanggung jawaban dari mitra dapur," sambungnya.
Saat kejadian, Ahmad Farid Anam mengatakan, ada dua porsi yang terdistribusi, yakni porsi kecil dari pukul 07.30 WIB dengan menu ayam suwir bumbu kuning. Sedangkan untuk porsi besar, ayam suwir bumbu merah diberikan untuk anak umur 8 tahun ke atas.
"Jadi yang terdampak di porsi kecil, ada di dua sekolah. Kalau porsi besar bumbu merah, aman tidak ada yang terdampak. Kita cari penyebabnya, kita investigasi terkait apa," ungkapnya. Saat ini sampel makanan tengah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah.
Baca Juga: IPAL dan Sampah Jadi Sorotan, Hanya 2 dari 7 SPPG di Silo Jember yang Dinilai Layak
Diakuinya, sempat ada satu anak dalam kondisi sulit makan saat di rumah sakit, setelah beberapa jam dikabarkan mulai membaik.
"Semua sudah makan enak, tadi pagi sudah enak. Cuma mau izin pulang, dari rumah sakit masih belum konfirmasi," akunya.
Saat ini SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates tidak beroperasi karena menadapat suspen dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
"Hari ini kita tidak mengirmkan distribusi (MBG). Sementara kita disuspen dari BGN, Kita nunggu keputusan. Kita juga nunggu hasil lab," ungkapnya.
Untuk informasi, jumlah siswa yang mengalami keracunan dilaporkan bertambah, dari 18 menjadi 22 anak. Saat itu mereka muntah, dan mayoritas merasakan nyeri pada bagian perut dan sesak.
Editor : Yanuar D