Rabu, 22 Jul 2026 10:35 WIB

SPPG Al-Mubarok 3 Jember Minta Maaf Sebabkan Puluhan Murid TK Keracunan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 22 Mei 2026 15:00 WIB
SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok 3 Kaliwates, Ahmad Farid Anam meminta maaf atas peristiwa dugaan keracunan yang dialami puluhan murid TK Hidayatullah Mubtadi'in. Pihaknya berjanji menanggung semua biaya pengobatan puluhan siswa terdampak.

"Saya kepala SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates mohon maaf sebesar-besarnya, terkait atas kejadian hari ini dan kemarin," katanya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Gelar Aksi Damai, Mitra MBG di Tulungagung Komitmen Lakukan Perbaikan

"Kita kroscek dan untuk biaya pengobatan dan semuanya yang tidak punya BPJS kita cover. Sudah selesai administrasi, sebagai pertanggung jawaban dari mitra dapur," sambungnya.

Saat kejadian, Ahmad Farid Anam mengatakan, ada dua porsi yang terdistribusi, yakni porsi kecil dari pukul 07.30 WIB dengan menu ayam suwir bumbu kuning. Sedangkan untuk porsi besar, ayam suwir bumbu merah diberikan untuk anak umur 8 tahun ke atas.

"Jadi yang terdampak di porsi kecil, ada di dua sekolah. Kalau porsi besar bumbu merah, aman tidak ada yang terdampak. Kita cari penyebabnya, kita investigasi terkait apa," ungkapnya. Saat ini sampel makanan tengah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah.

Baca Juga: Dukung Program MBG, Pemkot dan DPRD Probolinggo Komitmen Jaga Kualitas SPPG

Diakuinya, sempat ada satu anak dalam kondisi sulit makan saat di rumah sakit, setelah beberapa jam dikabarkan mulai membaik.

"Semua sudah makan enak, tadi pagi sudah enak. Cuma mau izin pulang, dari rumah sakit masih belum konfirmasi," akunya.

Saat ini SPPG Al-Mubarok 3 Kaliwates tidak beroperasi karena menadapat suspen dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Demo Indonesia Sekarat Kepung Grahadi, Massa Soroti MBG Kenaikan Harga BBM

"Hari ini kita tidak mengirmkan distribusi (MBG). Sementara kita disuspen dari BGN, Kita nunggu keputusan. Kita juga nunggu hasil lab," ungkapnya.

Untuk informasi, jumlah siswa yang mengalami keracunan dilaporkan bertambah, dari 18 menjadi 22 anak. Saat itu mereka muntah, dan mayoritas merasakan nyeri pada bagian perut dan sesak.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.