Rabu, 22 Jul 2026 08:09 WIB

Misteri Kematian WNA India di Detensi Surabaya, Sempat Overstay 8 Bulan

Petugas menunjukkan dokumen WNA India yang overstay 248 hari ditemukan meninggal di ruang detensi Imigrasi Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Petugas menunjukkan dokumen WNA India yang overstay 248 hari ditemukan meninggal di ruang detensi Imigrasi Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang warga negara India berinisial SN ditemukan meninggal dunia di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Kamis (14/5/2026) pagi. SN sebelumnya menjalani proses pendetensian akibat pelanggaran izin tinggal atau overstay selama 248 hari di Indonesia.

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat pemeriksaan rutin di ruang detensi. Saat itu, yang bersangkutan tengah menunggu proses deportasi yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026.

Baca Juga: Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Kasus tersebut bermula dari laporan dan koordinasi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sidoarjo terkait persoalan keluarga serta pemenuhan hak anak yang melibatkan SN.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Imigrasi Surabaya melakukan pengawasan dan pemeriksaan dokumen keimigrasian. Hasil penelusuran sistem menunjukkan SN merupakan pemegang Izin Tinggal Kunjungan yang telah melewati masa berlaku izin tinggal selama 248 hari.

SN kemudian memenuhi panggilan pemeriksaan di Kantor Imigrasi Surabaya pada 6 Mei 2026 dengan pendampingan UPTD PPA Sidoarjo. Dalam pemeriksaan, SN mengakui pelanggaran keimigrasian tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Imigrasi Surabaya menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendetensian pada 11 Mei 2026 sambil menunggu deportasi.

Baca Juga: Imigrasi Surabaya Gagalkan 18 Calon Haji Ilegal Modus Liburan

Usai penemuan jenazah, pihak Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan tenaga medis. Penyelidikan kini dilakukan bersama Polresta Sidoarjo, Polsek Sedati, dan pihak rumah sakit, termasuk proses visum et repertum serta autopsi.

Imigrasi Surabaya juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Kehormatan India di Surabaya untuk menyampaikan informasi kepada keluarga serta penanganan jenazah sesuai prosedur konsuler.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan memastikan proses penanganan dilakukan secara terbuka.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

“Kami turut berduka cita. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Kami juga melakukan evaluasi internal terhadap prosedur pengamanan ruang detensi,” ujarnya.

Selain penanganan perkara keimigrasian, Imigrasi Surabaya memastikan pendampingan terhadap anak yang terkait dalam kasus tersebut tetap berjalan melalui koordinasi lintas instansi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.