SSFF 2026 Padukan Gaya Hidup Sehat, Wastra Nusantara, dan Inklusivitas
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 15 Mei 2026 15:37 WIB
jatimnow.com – Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 resmi membuka tirainya pada hari ini, Jumat (15/5/2026). Menggabungkan dinamisme dunia olahraga dan kreativitas fashion dalam satu panggung, acara bergengsi hasil kolaborasi Vante Management dan Ciputra World Surabaya ini sukses memberikan warna dan pengalaman baru bagi para pencinta fashion di Kota Pahlawan.
Hari perdana SSFF 2026 langsung memanjakan mata dengan penampilan dari deretan desainer dan brand lokal terkemuka yang berani mengambil tantangan berkreasi di jalur busana olahraga.
Baca Juga: SSFF Dorong UMKM Wastra Masuk Pasar Pakaian Olahraga
Sejumlah nama yang meramaikan panggung hari pertama antara lain: IMUZ By Imam Mustafa, N.A.R.I By Nano (chick sporty), Desain Fashion Tekstil Petra Christian University, Divabela x Aora, Namira Ecoprint, Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI), Unerd Footwear (running with your heart dengan warna powerful), dan Mahdeeya (Dave Into Serenity).
Creative Director SSFF Arif Santoso, mengungkapkan bahwa pemilihan tema sport fashion didasari oleh pergeseran tren di masyarakat urban, di mana olahraga (seperti lari, padel, dll.) kini telah menjadi gaya hidup utama.
"Kalau dulu orang dari komunitas running mikir, 'aku kuat lari sekian kilo nggak ya?'. Nah, kali ini yang dipikirkan adalah 'besok outfit-ku apa ya?'. Dari situlah alasan kami mengambil tema sport untuk acara kali ini," ujar Arif.
Keunikan utama SSFF 2026 terletak pada gebrakan Wastra Sportswear. Ajang ini menantang sekitar 27 pelaku UMKM untuk keluar dari zona nyaman. Mereka didorong memadupadankan busana olahraga dengan keindahan kain wastra Nusantara.
Tujuannya adalah menciptakan segmentasi pasar baru, membuktikan bahwa wastra tidak lagi melulu untuk acara formal, melainkan bisa menemani aktivitas fisik sehari-hari.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Gelar Fashion Batik dan Bazar di Stasiun Madiun
Pemilik Brand N.A.R.I, Nano menjelaskan bahwa koleksinya dirancang sebagai pelengkap busana olahraga utama, seperti outer dan jaket. Berbekal persiapan konsep selama dua bulan, N.A.R.I memamerkan enam koleksi yang mengombinasikan material fungsional dengan keindahan Batik Tegal karya pengrajin lokal.
Selain melestarikan batik, N.A.R.I ingin mendekatkan wastra kepada komunitas pencinta olahraga.
"Sebenarnya secara pribadi saya penikmat dari wastra. Sudah sekitar 2019-an lah, sudah ikut beberapa fashion sebagai hobi. Jadi sebenarnya bukan hal baru untuk mengolah wastra. Nah cuma wastra dengan sport ini baru pertama," ucapnya.
Baca Juga: Foto: Catwalk Fashion Show Perkenalkan Identitas Baru UMSURA
Perwakilan Brand Divabela, Shinta menambahkan, panggung SSFF 2026 tidak hanya bicara soal estetika busana, tetapi juga soal pemberdayaan. Maka dari itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI turut hadir membawa brand Divabela, sebuah label yang secara khusus menaungi karya anak-anak istimewa penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia.
"Kita berusaha me-rebranding bahwasanya teman-teman disabilitas itu berdaya dan mampu. Bagaimana mereka bisa menciptakan suatu karya yang mampu dijual di pasaran dengan kualitas bersaing, tanpa harus membuat orang merasa kasihan saat membeli," tegas Shinta.
Pada event tersebut, Divabela bakal menampilkan produk unggulan mereka berupa tumbler, jaket bomber, dan koper.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-84552-ssff-2026-padukan-gaya-hidup-sehat-wastra-nusantara-dan-inklusivitas