Sabtu, 13 Jun 2026 01:03 WIB

Kasus Campak di Jember Tembus 119, 3 Kecamatan Jadi Sorotan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 11 Mei 2026 19:30 WIB
Komisi D DPRD Jember saat RDP penanganan kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi D DPRD Jember saat RDP penanganan kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus campak di Kabupaten Jember terus meningkat. Hingga pekan pertama Mei 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 119. Tiga kecamatan dengan angka tertinggi kini menjadi perhatian serius dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember, jumlah kasus yang sebelumnya tercatat 107 kini bertambah 12 kasus baru, sehingga total mencapai 119 kasus.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pada April 2026 terdapat 24 kasus positif campak. Sementara pada pekan pertama Mei, jumlah kasus bertambah menjadi 40 orang.

“Dari data itu, kasus positif pada April sebanyak 24 orang, dan hingga minggu pertama Mei bertambah menjadi 40 orang,” ujar Rita saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5/2026).

Rita menegaskan, peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.

Adapun tiga kecamatan dengan lonjakan tertinggi yakni, Kecamatan Ledokombo 10 kasus suspek, 7 dinyatakan positif campak, Kecamatan Mayang 4 sampel diperiksa dan seluruhnya positif campak serta Kecamatan Sumberjambe dengan 8 kasus suspek, 5 dinyatakan positif.

“Sebaran saat ini mencapai 40 kasus. Untuk kecamatan lain, kami telah melakukan imunisasi serentak di 14 puskesmas guna memutus rantai penularan,” jelasnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara DPRD, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan seluruh pihak terkait agar penanganan wabah berjalan maksimal.

“Kami ingin ada kejelasan kepada masyarakat terkait langkah penanganan kejadian luar biasa ini. Dalam beberapa hari terakhir angka kasus meningkat cukup tajam dan sangat memprihatinkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, terutama dengan puskesmas di wilayah dengan kasus tinggi.

“Mari saling berkoordinasi dan bertukar informasi agar langkah yang dilakukan menjadi satu kesatuan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

Hafidi menambahkan, pihaknya ingin mengevaluasi seluruh langkah yang telah dilakukan, termasuk mencari penyebab kasus yang terus meningkat.

“Kita perlu inventarisasi apa yang sudah terjadi, apa yang sudah dilakukan, dan mengapa angka kasus masih terus bertambah. Kami ingin ada satu langkah, satu arah, dan satu komando dari Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Komisi D DPRD Jember memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan campak. Bahkan, mereka telah membentuk beberapa tim yang siap turun langsung ke lapangan apabila diperlukan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.