Selasa, 28 Jul 2026 23:07 WIB

Kasus Campak di Jember Tembus 119, 3 Kecamatan Jadi Sorotan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 11 Mei 2026 19:30 WIB
Komisi D DPRD Jember saat RDP penanganan kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi D DPRD Jember saat RDP penanganan kasus campak. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus campak di Kabupaten Jember terus meningkat. Hingga pekan pertama Mei 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 119. Tiga kecamatan dengan angka tertinggi kini menjadi perhatian serius dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember, jumlah kasus yang sebelumnya tercatat 107 kini bertambah 12 kasus baru, sehingga total mencapai 119 kasus.

Baca Juga: Aksi Progib Jember Dukung Program MBG, Desak Evaluasi Tata Kelola

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pada April 2026 terdapat 24 kasus positif campak. Sementara pada pekan pertama Mei, jumlah kasus bertambah menjadi 40 orang.

“Dari data itu, kasus positif pada April sebanyak 24 orang, dan hingga minggu pertama Mei bertambah menjadi 40 orang,” ujar Rita saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5/2026).

Rita menegaskan, peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.

Adapun tiga kecamatan dengan lonjakan tertinggi yakni, Kecamatan Ledokombo 10 kasus suspek, 7 dinyatakan positif campak, Kecamatan Mayang 4 sampel diperiksa dan seluruhnya positif campak serta Kecamatan Sumberjambe dengan 8 kasus suspek, 5 dinyatakan positif.

“Sebaran saat ini mencapai 40 kasus. Untuk kecamatan lain, kami telah melakukan imunisasi serentak di 14 puskesmas guna memutus rantai penularan,” jelasnya.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara DPRD, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan seluruh pihak terkait agar penanganan wabah berjalan maksimal.

“Kami ingin ada kejelasan kepada masyarakat terkait langkah penanganan kejadian luar biasa ini. Dalam beberapa hari terakhir angka kasus meningkat cukup tajam dan sangat memprihatinkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, terutama dengan puskesmas di wilayah dengan kasus tinggi.

“Mari saling berkoordinasi dan bertukar informasi agar langkah yang dilakukan menjadi satu kesatuan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

Hafidi menambahkan, pihaknya ingin mengevaluasi seluruh langkah yang telah dilakukan, termasuk mencari penyebab kasus yang terus meningkat.

“Kita perlu inventarisasi apa yang sudah terjadi, apa yang sudah dilakukan, dan mengapa angka kasus masih terus bertambah. Kami ingin ada satu langkah, satu arah, dan satu komando dari Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Komisi D DPRD Jember memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan campak. Bahkan, mereka telah membentuk beberapa tim yang siap turun langsung ke lapangan apabila diperlukan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.