Sabtu, 06 Jun 2026 09:12 WIB

PFI dan Astagraphia Luncurkan Buku Foto APFI 2026 di Bogor

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menunjukkan Buku Foto APFI 2026 saat peluncuran di Bogor. (Foto: PFI for jatimnow.com)
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menunjukkan Buku Foto APFI 2026 saat peluncuran di Bogor. (Foto: PFI for jatimnow.com)

jatimnow.com – Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggandeng Astagraphia untuk mengabadikan momen-momen krusial tanah air melalui peluncuran Buku Foto APFI 2026.

Buku ini merangkum 40 karya visual terbaik jurnalis foto yang diseleksi ketat dari berbagai peristiwa sepanjang setahun terakhir.

Baca Juga: PFI: Pembebasan Thoudy Badai Bukti Solidaritas Pewarta Foto Indonesia

Bertepatan dengan malam Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Cibinong, Bogor, Jumat (8/5), buku tersebut resmi diperkenalkan sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi insan pers foto. Kolaborasi ini mempertemukan nilai jurnalistik tinggi dengan keunggulan teknologi cetak modern.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menyatakan bahwa sejak 2016 Astagraphia konsisten mendukung dokumentasi karya jurnalis foto tanah air.

Menurutnya, buku tersebut bukan sekadar kumpulan gambar estetik, melainkan arsip sejarah yang nyata.

"Karya yang biasanya hanya numpang lewat di media massa kini punya napas lebih panjang lewat bentuk fisik eksklusif. Kami harap ini jadi inspirasi bagi generasi jurnalis foto mendatang," ujar Dwi.

Kualitas cetakan menjadi perhatian utama dalam produksi kali ini. Astagraphia menggunakan mesin produksi kelas dunia, FUJIFILM Revoria Press PC2120.

Penggunaan tinta special color seperti green dan pink diklaim mampu menjaga detail serta emosi yang ingin disampaikan fotografer lewat karyanya.

Baca Juga: PFI Kecam Israel Atas Penahanan Wartawan Foto Republika

Dalam Buku Foto APFI 2026, pembaca bisa melihat kembali deretan karya pemenang piala APFI dari berbagai kategori. Beberapa di antaranya adalah foto "Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob" karya Fauzan (Kategori Spot Photo) dan "Desa Hilang Tersapu Banjir" bidikan Edwin Putranto (Spot Photo Cerita).

Wartawan foto LKBN ANTARA juga mendominasi beberapa halaman lewat karya Umarul Faruq berjudul "Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny".

Ada pula Rivan Awal Lingga dengan "Kidung Sederhana di Tanah Bencana," serta potret "Tom Lembong Bebas" karya Jeprima WD dari Tribunnews.com.

Keberagaman isu juga tampak pada kategori Nature & Environment melalui karya Totok Wijayanto dari Harian Kompas dan Chaideer Mahyuddin dari AFP.

Baca Juga: Mengenal Enny Nuraheni, Srikandi Foto Jurnalistik Peraih APFI Lifetime Award

Sementara sisi humanis dan budaya terekam apik dalam karya Wahdi Septiawan dan Andry Denisah yang memotret kekuatan perempuan Wakatobi.

Sisi olahraga tak ketinggalan, menampilkan aksi "Kutukan Marques di Mandalika" karya Adryan Yoga, hingga fenomena alam "Cumulonimbus Raksasa" karya Fajar Samsumar dari kategori Citizen.

Seluruh karya tersebut kini tersimpan rapi dalam satu volume fisik yang siap menjadi referensi penting bagi dunia jurnalistik Indonesia.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.