Sabtu, 06 Jun 2026 14:44 WIB

Kejari Usut Kasus 'Tagihan Siluman' BPJS Kesehatan 3 Rumah Sakit di Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 08 Mei 2026 11:10 WIB
Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Praktik manipulasi dan kecurangan (fraud) dalam proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan kini tengah menjadi bidikan utama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Berdasarkan hasil gelar perkara internal, Kejari resmi menaikkan status penanganan kasus dugaan korupsi di sejumlah rumah sakit ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn, membeberkan bahwa praktik curang yang merugikan keuangan negara ini disinyalir telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keputusan untuk menaikkan status perkara diambil setelah tim jaksa menemukan indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

"Praktek fraud ini mulai tahun 2019 hingga 2025. Dimana tagihan ini yang tidak ada menjadi ada," tegas Yadyn, Kamis (7/5/2026) malam.

Penyidikan ini resmi bergulir berdasarkan penerbitan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 7 Mei 2026. Meski demikian, pihak kejaksaan masih merahasiakan identitas rumah sakit yang terlibat guna kepentingan penyidikan.

"Untuk sementara 3 rumah sakit, kemungkinan bisa bertambah," ungkap Kajari.

Saat ini, tim penyidik Kejari Jember tengah membedah pola penyimpangan klaim yang diajukan oleh rumah sakit kepada BPJS Kesehatan. Dari hasil penelusuran, Dr. Yadyn mengungkapkan ada dua modus utama yang digunakan oleh pihak oknum rumah sakit untuk mengeruk keuntungan secara ilegal

Modus pertama, upcoding alias praktik menaikkan kode diagnosis atau tindakan medis agar nilai klaim yang dibayarkan BPJS lebih besar dari yang seharusnya.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Dan Phantom Billing, dugaan penagihan layanan fiktif atau mengklaim tindakan medis yang sebenarnya tidak pernah diberikan kepada pasien,” sambung Yadyn.

Menindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan, Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait untuk mendalami alur permainan klaim fiktif tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Jember, Ivan Praditya Putra, mengonfirmasi bahwa belasan saksi telah diperiksa secara maraton.

Baca Juga: Demi Mendapat Uang Dari Orang Tua, Remaja di Jember Rekayasa Pembegalan

"Sampai saat ini sudah ada 12 saksi yang kami lakukan pemeriksaan untuk mendalami proses pengajuan klaim dan pihak-pihak yang berkaitan," ungkapnya.

Meski perkara telah berstatus penyidikan, tim jaksa penuntut belum menetapkan satu pun tersangka. Pihak kejaksaan menyatakan masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan alat bukti tambahan dan dokumen-dokumen pendukung yang kuat.

"Kami masih terus mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab (tersangka)" pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.