Kamis, 23 Jul 2026 05:04 WIB

Kejari Usut Kasus 'Tagihan Siluman' BPJS Kesehatan 3 Rumah Sakit di Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 08 Mei 2026 11:10 WIB
Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Praktik manipulasi dan kecurangan (fraud) dalam proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan kini tengah menjadi bidikan utama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Berdasarkan hasil gelar perkara internal, Kejari resmi menaikkan status penanganan kasus dugaan korupsi di sejumlah rumah sakit ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kepala Kejari Jember, Dr. Yadyn, membeberkan bahwa praktik curang yang merugikan keuangan negara ini disinyalir telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keputusan untuk menaikkan status perkara diambil setelah tim jaksa menemukan indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Praktek fraud ini mulai tahun 2019 hingga 2025. Dimana tagihan ini yang tidak ada menjadi ada," tegas Yadyn, Kamis (7/5/2026) malam.

Penyidikan ini resmi bergulir berdasarkan penerbitan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 7 Mei 2026. Meski demikian, pihak kejaksaan masih merahasiakan identitas rumah sakit yang terlibat guna kepentingan penyidikan.

"Untuk sementara 3 rumah sakit, kemungkinan bisa bertambah," ungkap Kajari.

Saat ini, tim penyidik Kejari Jember tengah membedah pola penyimpangan klaim yang diajukan oleh rumah sakit kepada BPJS Kesehatan. Dari hasil penelusuran, Dr. Yadyn mengungkapkan ada dua modus utama yang digunakan oleh pihak oknum rumah sakit untuk mengeruk keuntungan secara ilegal

Modus pertama, upcoding alias praktik menaikkan kode diagnosis atau tindakan medis agar nilai klaim yang dibayarkan BPJS lebih besar dari yang seharusnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

"Dan Phantom Billing, dugaan penagihan layanan fiktif atau mengklaim tindakan medis yang sebenarnya tidak pernah diberikan kepada pasien,” sambung Yadyn.

Menindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan, Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait untuk mendalami alur permainan klaim fiktif tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Jember, Ivan Praditya Putra, mengonfirmasi bahwa belasan saksi telah diperiksa secara maraton.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

"Sampai saat ini sudah ada 12 saksi yang kami lakukan pemeriksaan untuk mendalami proses pengajuan klaim dan pihak-pihak yang berkaitan," ungkapnya.

Meski perkara telah berstatus penyidikan, tim jaksa penuntut belum menetapkan satu pun tersangka. Pihak kejaksaan menyatakan masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan alat bukti tambahan dan dokumen-dokumen pendukung yang kuat.

"Kami masih terus mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab (tersangka)" pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.