Jumat, 24 Jul 2026 20:15 WIB

ITS Genjot Hilirisasi Riset Lewat Renstra 2026–2030

Rektor ITS Bambang Pramujati. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Rektor ITS Bambang Pramujati. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyiapkan arah baru pengembangan kampus lewat peluncuran Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pijakan utama untuk mempercepat transformasi menuju kampus berbasis inovasi dan kewirausahaan.

Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan, orientasi kampus tak lagi sekadar mengejar capaian akademik. Fokus diarahkan pada pemanfaatan hasil riset agar memberi dampak nyata.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

“Riset harus terhubung dengan industri. Dari situ, solusi lahir dan nilai ekonomi bisa tercipta,” ujarnya.

Renstra ITS disusun untuk merespons tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga krisis energi dan perubahan iklim. ITS mengusung kerangka besar bertajuk RAISE sebagai fondasi pengembangan.

Komponen pertama, Relevant and Impactful Research, menempatkan riset aplikatif sebagai ujung tombak solusi. Kedua, Academic Excellence and Global Reputation, mendorong kualitas lulusan agar mampu bersaing di level internasional.

Aspek Innovation and Entrepreneurship diarahkan membangun ekosistem kewirausahaan berbasis hilirisasi riset. Sementara itu, prinsip Sustainable Development memastikan tata kelola dan infrastruktur kampus tetap adaptif dan berkelanjutan.

Elemen terakhir, Excellence Governance, menitikberatkan penguatan manajemen institusi, termasuk keuangan dan sumber daya manusia.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

Capaian periode sebelumnya menjadi modal. Lebih dari 70 persen indikator kinerja berhasil dicapai atau melampaui target. Meski begitu, percepatan tetap diperlukan, terutama dalam memperluas pengalaman global mahasiswa dan memperkuat ekosistem inovasi.

ITS menargetkan status Global Impact University pada 2030, kampus yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Untuk mencapainya, ITS mengusung tiga pilar, yakni kampus yang tangguh menghadapi perubahan, berdampak bagi masyarakat, dan aktif di panggung global.

Di sisi akademik, kurikulum akan diselaraskan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Pada bidang riset, fokus diarahkan ke hilirisasi dan komersialisasi agar hasil penelitian tak berhenti sebagai publikasi semata.

Baca Juga: BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

Wakil Rektor II Machsus menambahkan, penguatan tata kelola dan kemandirian finansial menjadi kunci. Diversifikasi pendanaan, termasuk lewat kemitraan industri, terus didorong.

“Kampus tidak bisa hanya bergantung pada anggaran negara,” ujarnya.

Lewat strategi tersebut, ITS membidik peran lebih besar sebagai penggerak inovasi teknologi dan pembangunan berbasis pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.