Senin, 08 Jun 2026 15:40 WIB

Tim SAR Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Gresik, Helikopter Dikerahkan

Tim SAR gabungan melakukan pemantauan melalui udara. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan melakukan pemantauan melalui udara. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Upaya pencarian terhadap Hajib (55), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gresik, terus diintensifkan. Tim SAR gabungan memperluas radius area pencarian hingga mengerahkan armada helikopter untuk melakukan pemantauan dari udara.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., turun langsung memimpin manuver udara ini dengan didampingi oleh Kepala Seksi Operasi, Didit Arie R.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Menggunakan helikopter BASARNAS jenis Dauphin AS365 N3+ HR 3601, tim lepas landas dari Skuadron 400 Wing Udara II Juanda dan langsung menyisir titik koordinat perairan Gresik.

“Pemantauan udara mencakup area seluas sekitar 16 nautical mile square (mil laut persegi). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasi SAR guna menjangkau area yang lebih luas dan memantau kondisi permukaan laut secara menyeluruh,” jelas Nanang.

Manuver udara tersebut turut dibarengi dengan pergerakan taktis di jalur laut. Operasi pencarian membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang bertugas menyisir perairan di dua sektor berbeda sesuai dengan peta operasi (SAR Map).

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

SRU 1 bermanuver melakukan penyisiran di area seluas 3,85 mil laut, sementara SRU 2 menyisir area seluas kurang lebih 1,84 mil laut. Armada yang dikerahkan meliputi perahu karet (rubber boat) serta kapal patroli milik Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya yang bertugas di lapangan, Chandra Kriatyawan, membeberkan bahwa operasi laut ini berhadapan dengan risiko tinggi. Kendala utama yang dihadapi petugas adalah titik area pencarian yang beririsan langsung dengan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Baca Juga: Pendaki 18 Tahun Terperosok ke Jurang Semeru Sedalam 300 Meter

"Area pencarian ini sangat padat lalu lintas. Kami harus bermanuver dengan ekstra hati-hati karena banyaknya kapal-kapal besar niaga yang melintas di alur tersebut," terang Chandra.

Guna menyiasati luasnya area perairan, Tim SAR gabungan juga menerapkan strategi komunikasi dengan menyebarluaskan informasi (broadcast) kepada kapal-kapal dan nelayan tradisional yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan agar mereka dapat segera melapor jika melihat tanda-tanda atau objek yang mencurigakan terkait keberadaan korban.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.