Rabu, 22 Jul 2026 04:37 WIB

Beasiswa dari Mas Dhito Banyak Peminat, Tim Verifikasi Pastikan Kondisi Riil Pemohon

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 12 Jul 2026 19:40 WIB
Tim melakukan home visit atau kunjungan ke rumah calon penerima. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Tim melakukan home visit atau kunjungan ke rumah calon penerima. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sangat serius memperhatikan pendidikan bagi warganya dengan mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa mencapai Rp30 miliar/tahun. Memastikan bantuan diterima keluarga yang membutuhkan, proses verifikasi dilakukan dengan sangat ketat. Tim melakukan home visit atau kunjungan ke rumah calon penerima.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan beasiswa pendidikan ini tepat sasaran dan tidak sekedar berpatokan pada dokumen administrasi yang bisa tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Adapun proses verifikasi dilakukan mulai 29 Juni lalu.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyebut, verifikasi kali ini dilakukan untuk jenis beasiswa berdaya jenjang mahasiswa. Dia pun menekankan, proses yang dilakukan tersebut bukan untuk mempersulit, namun memastikan kondisi riil calon penerima

"Kita tidak menginginkan bantuan beasiswa ini tidak tepat sasaran, sehingga mereka yang lebih berhak justeru kehilangan kesempatan," katanya.

Mengingat jumlah pendaftar tak sebanding dengan kuota, tak dipungkiri hasil verifikasi banyak juga yang tidak lolos. Sebagai contoh, untuk beasiswa berdaya kuota untuk jenjang mahasiswa 580 penerima.

Baca Juga: Sastra Saraswati Sewana Yatra di Candi Tegowangi, Mas Dhito: Perkuat Toleransi

Dari kuota itu, untuk tahap pertama pemohon beasiswa mencapai 1.246 pendaftar. Dari proses verifikasi yang telah berjalan, mereka yang tidak lolos verifikasi 780 pendaftar, dan 245 sudah terverifikasi.

Proses verifikasi untuk pendaftaran beasiswa berdaya tahap pertama ini pun terus berjalan hingga 18 Juli mendatang dan nantinya akan dilanjutkan untuk tahap kedua. Selain dokumen administrasi, petugas verifikasi dari Dinas Pendidikan juga melakukan pengecekan kondisi ekonomi keluarga (Desil 1-5), prestasi akademik, maupun kondisi pemohon.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

"Verifikasi ini menjadi penentu, kita berharap betul manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan bagi mereka yang kesulitan biaya pendidikan," ungkapnya.

Muhsin menambahkan, Mas Dhito selaku Bupati Kediri selalu menekankan anak-anak di Kabupaten Kediri memiliki kesamaan hak untuk bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Sebagaimana program beasiswa berdaya diharapkan bisa menjadi jembatan bagi mereka yang berprestasi untuk tetap bisa sekolah dan meraih mimpi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.