Sabtu, 06 Jun 2026 10:14 WIB

PBNU Berharap Muktamar Bisa Berlangsung di Pondok Pesantren

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 15 Apr 2026 09:15 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berada di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berada di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Pondok Pesantren diusulkan untuk menjadi lokasi Muktamar ke 35 NU. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri launching SPPG di Ponpes Lirboyo Kediri, Selasa (14/4/2026). Hingga saat ini belum diputuskan dimana lokasi pelaksanaan Muktamar NU ini. PBNU masih terus melakukan konsolidasi internal dan menampung aspirasi dari berbagai wilayah sebelum membawa opsi lokasi ini ke dalam rapat pleno mutasyar dan tanfidziyah.

Gus Yahya mengatakan Ponpes Lirboyo Kediri muncul sebagai salah satu kandidat kuat lokasi pelaksanaan. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Jazuli saat beliau sowan atau bersilaturahmi. Dalam komuniasi tersebut Pondok Pesantren Al-Falah Ploso telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh jika Lirboyo terpilih menjadi tuan rumah.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Ploso kemarin dari hasil saya pribadi sowan kepada Kiai Nurul Huda Jazuli, bahwa nanti Ploso akan membackup saja apabila memang disepakati di Lirboyo," ujarnya.

Meski demikian, ia menambahkan Lirboyo bukan satu-satunya opsi. Sejumlah pesantren lain di berbagai daerah juga mulai mengajukan diri untuk menjadi tempat Muktamar NU. Terkait kapan waktu pasti pelaksanaan muktamar, Gus Yahya menegaskan bahwa belum ada kalender resmi yang ditetapkan oleh organisasi. PBNU tidak ingin terburu-buru dan akan mengikuti mekanisme organisasi yang melibatkan unsur dewan pertimbangan tertinggi.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

"Usulannya dari mana-mana. Ada Lirboyo yang diusulkan, ada juga yang lain yang meminta banyak," imbuhnya.

Meskipun begitu Gus Yahya juga menyampaikan aspirasi dari warga Nahdliyin yang menginginkan agar perhelatan akbar tersebut diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki nilai filosofis dan legitimasi yang kuat bagi hasil Muktamar.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

"Kami mengharapkan Muktamar itu diselenggarakan di pondok pesantren. Hal ini didasari aspirasi yang cukup luas dari warga. Pondok pesantren memiliki bobot yang dapat dipandang menjadi landasan legitimasi yang kuat bagi hasil muktamar nantinya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.