Rabu, 22 Jul 2026 08:52 WIB

PBNU Berharap Muktamar Bisa Berlangsung di Pondok Pesantren

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 15 Apr 2026 09:15 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berada di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berada di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Pondok Pesantren diusulkan untuk menjadi lokasi Muktamar ke 35 NU. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri launching SPPG di Ponpes Lirboyo Kediri, Selasa (14/4/2026). Hingga saat ini belum diputuskan dimana lokasi pelaksanaan Muktamar NU ini. PBNU masih terus melakukan konsolidasi internal dan menampung aspirasi dari berbagai wilayah sebelum membawa opsi lokasi ini ke dalam rapat pleno mutasyar dan tanfidziyah.

Gus Yahya mengatakan Ponpes Lirboyo Kediri muncul sebagai salah satu kandidat kuat lokasi pelaksanaan. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Jazuli saat beliau sowan atau bersilaturahmi. Dalam komuniasi tersebut Pondok Pesantren Al-Falah Ploso telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh jika Lirboyo terpilih menjadi tuan rumah.

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

"Ploso kemarin dari hasil saya pribadi sowan kepada Kiai Nurul Huda Jazuli, bahwa nanti Ploso akan membackup saja apabila memang disepakati di Lirboyo," ujarnya.

Meski demikian, ia menambahkan Lirboyo bukan satu-satunya opsi. Sejumlah pesantren lain di berbagai daerah juga mulai mengajukan diri untuk menjadi tempat Muktamar NU. Terkait kapan waktu pasti pelaksanaan muktamar, Gus Yahya menegaskan bahwa belum ada kalender resmi yang ditetapkan oleh organisasi. PBNU tidak ingin terburu-buru dan akan mengikuti mekanisme organisasi yang melibatkan unsur dewan pertimbangan tertinggi.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

"Usulannya dari mana-mana. Ada Lirboyo yang diusulkan, ada juga yang lain yang meminta banyak," imbuhnya.

Meskipun begitu Gus Yahya juga menyampaikan aspirasi dari warga Nahdliyin yang menginginkan agar perhelatan akbar tersebut diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki nilai filosofis dan legitimasi yang kuat bagi hasil Muktamar.

Baca Juga: Gus Lilur: Muktamar NU ke-35 Harus Hidupkan Semangat Piagam Jakarta

"Kami mengharapkan Muktamar itu diselenggarakan di pondok pesantren. Hal ini didasari aspirasi yang cukup luas dari warga. Pondok pesantren memiliki bobot yang dapat dipandang menjadi landasan legitimasi yang kuat bagi hasil muktamar nantinya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.