Rabu, 22 Jul 2026 11:33 WIB

Tukang Jenang Naik Haji, Nenek Marsiah Asal Kediri Jadi Jamaah Tertua di Indonesia

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 10 Apr 2026 19:50 WIB
Marsiah bersama sejumlah jamaah haji lainnya. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Marsiah bersama sejumlah jamaah haji lainnya. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Nenek Marsiah, warga Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, menjadi calon jamaah haji tertua di Indonesia tahun ini. Usianya telah melampaui 104 tahun, tepatnya 104 tahun 9 bulan.

“Alhamdulillah, senang, nggih, hatinya adem,” ujarnya dengan wajah sumringah usai pelepasan calon jamaah haji oleh Wakil Bupati Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

Perjalanan Marsiah menuju Tanah Suci bukanlah hal mudah. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tekun menabung dari hasil berjualan jenang. Uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit itu menjadi bekal untuk mewujudkan impiannya berhaji.

Impian tersebut akhirnya tercapai setelah ia mendaftar pada 2021, tepat saat usianya menginjak 100 tahun.

“Saya dulu jualan jenang. Rutin saya kumpulkan, karena punya angan-angan naik haji,” tuturnya.

Meski telah lanjut usia, kondisi kesehatan Marsiah tergolong baik. Ia mengaku hanya sesekali merasakan pegal ringan. Dalam kesehariannya, ia tetap aktif bergerak di sekitar rumah untuk menjaga kebugaran.

Persiapan utama yang dilakukan menjelang keberangkatan adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Dari ketiga anaknya, Marsiah akan didampingi anak keduanya, Muaidah (60), selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Muaidah menyebut sang ibu memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan jarang sakit. Ia juga tidak memiliki pantangan makanan khusus, kecuali makanan pedas.

Baca Juga: Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

“Alhamdulillah sehat, jarang sakit. Paling hanya kadang pegal di bagian tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Marsiah terbiasa mengonsumsi makanan sederhana seperti ayam, daging, serta buah-buahan, terutama pisang kepok.

“Mboten (tidak ada pantangan). Alhamdulillah sehat, jarang sakit. Paling hanya dengkul linu, kalau salat ya di kursi,” katanya.

Dalam menjalankan ibadah sehari-hari, Marsiah tetap tekun. Meski kini salat dilakukan dengan duduk di kursi, hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan dan semangat ibadahnya.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Ia berharap dapat terus diberi kesehatan dan mampu menjalankan ibadah haji dengan lancar tanpa kendala.

Keteguhan hati, kerja keras, dan kesabaran Marsiah selama puluhan tahun menjadi inspirasi bahwa niat baik akan menemukan jalannya. Usia bukanlah penghalang untuk meraih impian, terutama dalam menjalankan ibadah.

Keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan pada 19 Mei 2026 untuk kloter 109, 110, dan 111 (dengan perbedaan waktu keberangkatan), serta kloter 112 pada 20 Mei 2026.

Sementara itu, kepulangan dijadwalkan pada 29 Juni 2026 untuk kloter 109, 110, dan 111, serta 30 Juni 2026 untuk kloter 112.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.