Tukang Jenang Naik Haji, Nenek Marsiah Asal Kediri Jadi Jamaah Tertua di Indonesia
- Penulis : Yanuar D
- | Jumat, 10 Apr 2026 19:50 WIB
jatimnow.com - Nenek Marsiah, warga Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, menjadi calon jamaah haji tertua di Indonesia tahun ini. Usianya telah melampaui 104 tahun, tepatnya 104 tahun 9 bulan.
“Alhamdulillah, senang, nggih, hatinya adem,” ujarnya dengan wajah sumringah usai pelepasan calon jamaah haji oleh Wakil Bupati Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang
Perjalanan Marsiah menuju Tanah Suci bukanlah hal mudah. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tekun menabung dari hasil berjualan jenang. Uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit itu menjadi bekal untuk mewujudkan impiannya berhaji.
Impian tersebut akhirnya tercapai setelah ia mendaftar pada 2021, tepat saat usianya menginjak 100 tahun.
“Saya dulu jualan jenang. Rutin saya kumpulkan, karena punya angan-angan naik haji,” tuturnya.
Meski telah lanjut usia, kondisi kesehatan Marsiah tergolong baik. Ia mengaku hanya sesekali merasakan pegal ringan. Dalam kesehariannya, ia tetap aktif bergerak di sekitar rumah untuk menjaga kebugaran.
Persiapan utama yang dilakukan menjelang keberangkatan adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Dari ketiga anaknya, Marsiah akan didampingi anak keduanya, Muaidah (60), selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Muaidah menyebut sang ibu memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan jarang sakit. Ia juga tidak memiliki pantangan makanan khusus, kecuali makanan pedas.
Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional
“Alhamdulillah sehat, jarang sakit. Paling hanya kadang pegal di bagian tertentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, Marsiah terbiasa mengonsumsi makanan sederhana seperti ayam, daging, serta buah-buahan, terutama pisang kepok.
“Mboten (tidak ada pantangan). Alhamdulillah sehat, jarang sakit. Paling hanya dengkul linu, kalau salat ya di kursi,” katanya.
Dalam menjalankan ibadah sehari-hari, Marsiah tetap tekun. Meski kini salat dilakukan dengan duduk di kursi, hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan dan semangat ibadahnya.
Baca Juga: Hadiri Peringatan HKG, Bupati Kediri Minta PKK Fokus Dampingi Keluarga Desil 1-4
Ia berharap dapat terus diberi kesehatan dan mampu menjalankan ibadah haji dengan lancar tanpa kendala.
Keteguhan hati, kerja keras, dan kesabaran Marsiah selama puluhan tahun menjadi inspirasi bahwa niat baik akan menemukan jalannya. Usia bukanlah penghalang untuk meraih impian, terutama dalam menjalankan ibadah.
Keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan pada 19 Mei 2026 untuk kloter 109, 110, dan 111 (dengan perbedaan waktu keberangkatan), serta kloter 112 pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, kepulangan dijadwalkan pada 29 Juni 2026 untuk kloter 109, 110, dan 111, serta 30 Juni 2026 untuk kloter 112.
Editor : Yanuar D