Gus Fawait Serap Aspirasi Kader Posyandu-Linmas Melalui Program Bunga Desaku
- Penulis : Yanuar D
- | Selasa, 07 Apr 2026 16:15 WIB
jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait menyerap aspirasi warga di Desa Lampeji Kecamatan Mumubulsari melalui program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), Senin (5/4/2026). Dalam kesempatan itu, Gus Fawait bertemu pengurus RT/RW, Kader Posyandu, hingga anggota Linmas,
Gus Fawait menyampaikan, RT, RW, dan Kader Posyandu adalah ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Oleh karena itu, bentuk apresiasi layak diberikan kepada mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik dan kesehatan.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang
Gus Fawait menjelaskan, acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah nyata untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat.
"Semakin banyak masyarakat yang terjangkau, aspirasi yang masuk akan semakin riil sesuai kebutuhan di bawah. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan warna putih, padahal masyarakat butuhnya warna biru atau pink," ucapnya.
Berbagai isu krusial pun mencuat, mulai dari jaminan kesejahteraan bagi para penggerak desa hingga akses kesehatan yang lebih merata. Aspirasi ini nantinya akan menjadi masukan berharga bagi Bappeda dan seluruh stakeholder dalam merumuskan kebijakan di PAPBD 2026 dan APBD 2027.
Ada yang menarik dalam paparan Gus Fawait mengenai pemerataan ekonomi. Ia menekankan pentingnya Goverment Expenditure atau belanja pemerintah yang tidak hanya terpusat di satu titik. Melalui filosofi Bunga Desa Gus Fawait ingin anggaran APBD tersebar hingga ke pelosok kecamatan dan desa.
Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
"Ini bukan blusukan biasa. Tujuannya adalah pemerataan pertumbuhan ekonomi. Kita ingin APBD memancing perputaran uang di tingkat bawah agar masyarakat di pelosok juga merasakan dampaknya," ungkapnya.
Kabar gembira juga disampaikan Gus Fawait terkait kondisi ekonomi Jember. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jember pada tahun 2025 merupakan yang tertinggi. Yang lebih prestisius, Kabupaten Jember mencatatkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 36 persen tertinggi di Jawa Timur.
"Luar biasanya, PAD kita naik pesat tanpa menaikkan pajak. Bahkan beberapa pajak justru kita turunkan. Inilah yang kita sebut Jember Istimewa," tegasnya.
Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi
Kedepan, Gus Fawait memasang target tinggi untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang ramah investasi. Saat ini, nilai investasi yang masuk telah menembus angka Rp2,5 triliun.
Menurutnya, kunci utama pengentasan kemiskinan adalah kombinasi antara belanja pemerintah yang tepat sasaran dan investasi yang kuat.
"Semakin banyak investasi, lapangan kerja akan terbentuk, pengangguran turun, dan otomatis kemiskinan akan berkurang. Kita ingin masyarakat Jember lebih sejahtera di masa depan," tegasnya.
Editor : Yanuar D