Sabtu, 06 Jun 2026 07:58 WIB

Meimura Ajak Seniman Lokal Berkolaborasi dalam Tur Besutan Jatim

Seniman Meimura memerankan Besut Rusmini ketika memainkan wayang suket bersama anak-anak di Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), di Gunung Anyar Emas, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Seniman Meimura memerankan Besut Rusmini ketika memainkan wayang suket bersama anak-anak di Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), di Gunung Anyar Emas, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wajah seni tradisional Jawa Timur bersiap menyapa warga di gang-gang sempit hingga balai desa.

Seniman kawakan Meimura, atau yang akrab disapa Meijono, bakal menyambangi 10 kota melalui program bertajuk “Besut Jajah Deso Milangkori”.

Baca Juga: Menata Kebudayaan dengan Helm Proyek atau Tikar Musyawarah?

Perjalanan ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan upaya menghidupkan kembali roh Besutan, cikal bakal ludruk yang tumbuh dari keresahan rakyat jelata.

Berbeda dengan panggung proscenium yang kaku, Meimura mengusung format Ludruk Garingan yang cair. Pertunjukan ini menuntut partisipasi aktif seniman lokal dan masyarakat setempat di tiap daerah yang dikunjungi.

"Besutan itu seni tutur yang sangat lentur. Dia lahir dari kegelisahan masyarakat dan tampil dengan gaya apa adanya; tanpa perlu panggung mewah atau protokol seni yang rumit," ujar Meimura melalui siaran tertulisnya, Jumat (03/4/2026).

Surabaya terpilih menjadi titik awal perjalanan. Meimura akan beraksi di Balai RW VIII Gunung Anyar Emas pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 19.00 WIB.

Tak hanya unjuk peran, acara bakal diperkaya dengan dialog budaya bersama narasumber Imam Ghozali asal Jombang dan Henri Nurcahyo dari Sidoarjo, dipandu oleh moderator Ribut Wijoto.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Setelah Surabaya, giliran Sidoarjo yang disambangi pada 10 April 2026 bertempat di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda).

Sesuai jadwal, estafet budaya kemudian berlanjut ke Nganjuk pada 25 April, disusul kota-kota lain seperti Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Blitar, hingga berakhir di Jember.

Meimura yang terbiasa memainkan peran ganda sebagai tokoh Besut sekaligus Rusmini ini menjelaskan bahwa Besutan punya sejarah panjang sebagai media kritik sosial.

Berakar dari Kesenian Lerok yang bersifat ngamen, Besutan dulunya berpindah dari satu pasar ke alun-alun untuk memotret realitas politik dan sosial lewat humor serta improvisasi spontan.

Baca Juga: Bangunan Sakti Itu Bernama Balai Pemuda Surabaya

“Program ini menjadi ruang terbuka bagi seniman di daerah untuk ikut naik panggung, berimprovisasi bersama, dan membicarakan kondisi daerah mereka sendiri melalui kacamata budaya,” tambah Meimura.

Inisiatif ini berhasil berjalan berkat dukungan Program Pemanfaatan Ruang Publik Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.

Melalui skema pengajuan perorangan, Meimura membuktikan bahwa seniman mandiri mampu menggerakkan roda pelestarian budaya dalam skala masif di tingkat akar rumput.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.