Selasa, 21 Jul 2026 19:13 WIB

Meimura Ajak Seniman Lokal Berkolaborasi dalam Tur Besutan Jatim

Seniman Meimura memerankan Besut Rusmini ketika memainkan wayang suket bersama anak-anak di Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), di Gunung Anyar Emas, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Seniman Meimura memerankan Besut Rusmini ketika memainkan wayang suket bersama anak-anak di Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), di Gunung Anyar Emas, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wajah seni tradisional Jawa Timur bersiap menyapa warga di gang-gang sempit hingga balai desa.

Seniman kawakan Meimura, atau yang akrab disapa Meijono, bakal menyambangi 10 kota melalui program bertajuk “Besut Jajah Deso Milangkori”.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

Perjalanan ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan upaya menghidupkan kembali roh Besutan, cikal bakal ludruk yang tumbuh dari keresahan rakyat jelata.

Berbeda dengan panggung proscenium yang kaku, Meimura mengusung format Ludruk Garingan yang cair. Pertunjukan ini menuntut partisipasi aktif seniman lokal dan masyarakat setempat di tiap daerah yang dikunjungi.

"Besutan itu seni tutur yang sangat lentur. Dia lahir dari kegelisahan masyarakat dan tampil dengan gaya apa adanya; tanpa perlu panggung mewah atau protokol seni yang rumit," ujar Meimura melalui siaran tertulisnya, Jumat (03/4/2026).

Surabaya terpilih menjadi titik awal perjalanan. Meimura akan beraksi di Balai RW VIII Gunung Anyar Emas pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 19.00 WIB.

Tak hanya unjuk peran, acara bakal diperkaya dengan dialog budaya bersama narasumber Imam Ghozali asal Jombang dan Henri Nurcahyo dari Sidoarjo, dipandu oleh moderator Ribut Wijoto.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

Setelah Surabaya, giliran Sidoarjo yang disambangi pada 10 April 2026 bertempat di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda).

Sesuai jadwal, estafet budaya kemudian berlanjut ke Nganjuk pada 25 April, disusul kota-kota lain seperti Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Blitar, hingga berakhir di Jember.

Meimura yang terbiasa memainkan peran ganda sebagai tokoh Besut sekaligus Rusmini ini menjelaskan bahwa Besutan punya sejarah panjang sebagai media kritik sosial.

Berakar dari Kesenian Lerok yang bersifat ngamen, Besutan dulunya berpindah dari satu pasar ke alun-alun untuk memotret realitas politik dan sosial lewat humor serta improvisasi spontan.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

“Program ini menjadi ruang terbuka bagi seniman di daerah untuk ikut naik panggung, berimprovisasi bersama, dan membicarakan kondisi daerah mereka sendiri melalui kacamata budaya,” tambah Meimura.

Inisiatif ini berhasil berjalan berkat dukungan Program Pemanfaatan Ruang Publik Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.

Melalui skema pengajuan perorangan, Meimura membuktikan bahwa seniman mandiri mampu menggerakkan roda pelestarian budaya dalam skala masif di tingkat akar rumput.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.