Rabu, 22 Jul 2026 11:53 WIB

PKB Jember Dorong Pemkab Optimalkan Aset Tidur untuk Tingkatkan PAD

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 01 Apr 2026 16:29 WIB
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember mendorong Pemkab setempat untuk mengoptimalkan aset-aset milik daerah yang tidur untuk meningkatkan Pandapatan Asli Daerah (PAD).

Situasi fiskal yang menantang akibat kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat menurutnya harus disikapi Pemkab Jember untuk bergerak cepat.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, mendorong Bupati beserta tim anggaran untuk segera melakukan penataan ulang program prioritas dan optimalisasi PAD.

Ayub menilai, kondisi saat ini hampir serupa dengan masa pandemi Covid-19, dimana pemerintah harus lincah dalam melakukan realokasi anggaran.

"Bupati harus segera bertemu dengan tim anggaran dan Badan Anggaran (Banggar) untuk menata ulang program. Mana yang skala prioritas, mana yang tidak. Perlu ada reallokasi karena adanya pemotongan dari pusat," kata Ayub, Selasa (31/3/2026). 

Salah satu poin krusial yang disorotinya adalah pengelolaan aset daerah. Cak Ayub meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menginventarisir seluruh aset milik Pemkab Jember, terutama aset-aset yang selama ini tidak produktif atau tidur.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

Menurutnya, daripada aset berupa bangunan atau lahan mangkrak, lebih baik dikerjasamakan dengan pihak swasta agar menjadi sumber PAD baru.

"Kalau ada gedung mangkrak, sewakan saja ke pihak swasta. Lihat pertumbuhan kafe di Jember sekarang, itu bisa jadi peluang. Begitu juga dengan lahan pertanian yang tidak jelas pengelolaannya, harus diinventarisir ulang agar tidak berpindah tangan secara ilegal," ungkapnya.

Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Ia juga menekankan pentingnya menjaga fiskal daerah agar kebijakan strategis, seperti pengangkatan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), tetap berjalan tanpa kendala anggaran.

"Tugas Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) sekarang adalah memastikan target retribusi tidak bocor. Kita tidak bisa hanya mengandalkan DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pusat," tegasnya.

Dengan optimalisasi aset dan pengetatan target pendapatan, diharapkan Pemkab Jember memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.