Sabtu, 06 Jun 2026 14:44 WIB

Mahasiswa Ubaya Ubah Limbah Kelapa Jadi Tas Bernilai

Mahasiswa Ubaya ciptakan tas dari serabut kelapa yang bisa terurai dan ditanam, dorong fesyen ramah lingkungan. (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)
Mahasiswa Ubaya ciptakan tas dari serabut kelapa yang bisa terurai dan ditanam, dorong fesyen ramah lingkungan. (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Ubaya menghadirkan solusi fesyen ramah lingkungan lewat tas berbahan serabut kelapa. Produk tersebut tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bisa terurai alami bahkan ditanam kembali, menjawab tantangan industri mode yang kerap membebani lingkungan.

Empat mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya mengembangkan tas berbasis serabut kelapa sebagai alternatif pengganti bahan kulit. Mereka adalah Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar.

Baca Juga: ORADO Jatim Buka Peluang UMKM Garap Peralatan Domino

Inovasi lahir dari keresahan terhadap dampak industri fesyen yang menghasilkan limbah besar dan mengonsumsi energi tinggi. Tim kemudian mencari bahan yang mudah didapat, kuat, sekaligus memiliki jejak lingkungan lebih rendah.

“Kami memilih serabut kelapa karena Indonesia termasuk produsen besar. Harganya murah, kuat, serta punya motif dan tekstur yang unik,” ujar Johan Febriawan.

Proses produksi tidak berhenti pada pemilihan bahan. Tim meracik perekat dari campuran tepung tapioka, air, dan gliserin untuk menjaga fleksibilitas material. Pendekatan tersebut menjaga seluruh komponen tetap ramah lingkungan.

Serabut kelapa diolah menjadi lembaran melalui proses pelapisan perekat di kedua sisi, lalu dikeringkan sebelum dijahit menjadi tas. Untuk menambah nilai guna, tas dilengkapi gantungan berisi lima jenis biji bunga, yakni matahari, celosia, anyelir, forget me not, dan baby’s breath.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Konsep tersebut membuka kemungkinan baru dalam siklus hidup produk fesyen. Saat tas tidak lagi digunakan, materialnya dapat terurai di tanah, sementara biji bunga yang tertanam berpotensi tumbuh.

“Kami memastikan bahan perekat tetap aman bagi lingkungan. Ketika tas sudah rusak, produk bisa ditanam dan terurai secara alami, lalu bibit bunganya dapat tumbuh,” kata Johan.

Dalam proses pengembangan, tim menghadapi kendala teknis. Pengeringan material masih bergantung pada sinar matahari, sehingga produksi melambat saat musim hujan. Selain itu, penyatuan lembaran masih dilakukan dengan jahit tangan, yang membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.

Baca Juga: Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja

Meski belum masuk tahap produksi massal, karya tersebut membuka peluang baru bagi industri kreatif. Pemanfaatan limbah serabut kelapa memberi alternatif bahan baku lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.

Inisiatif mahasiswa Ubaya tersebut memberi pesan sederhana, bahan ramah lingkungan tersedia di sekitar, tinggal bagaimana keberanian untuk mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.