Sabtu, 06 Jun 2026 23:55 WIB

Hisab atau Rukyat? Menanti 1 Syawal Tak Harus Berujung Konflik

Ketua ICMI Jatim Ulul Albab mengajak umat Islam sikapi potensi perbedaan 1 Syawal dengan dewasa. (Foto/Dok Pribadi)
Ketua ICMI Jatim Ulul Albab mengajak umat Islam sikapi potensi perbedaan 1 Syawal dengan dewasa. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Kepastian jatuhnya 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri di Indonesia kerap memicu diskusi hangat di tengah masyarakat.

Perbedaan metode antara hisab yang berbasis perhitungan astronomi presisi dengan rukyatul hilal yang mengandalkan verifikasi empirik melalui pengamatan hilal, seringkali dipandang sebagai sebuah keretakan.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Namun, Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih jernih.

Menurutnya, potensi perbedaan tanggal Lebaran tahun ini seharusnya menjadi cermin kematangan spiritual umat, bukan justru menjadi pemicu friksi sosial.

"Perbedaan penetapan 1 Syawal itu akar sejarahnya sangat kuat dalam tradisi keilmuan Islam. Ini adalah bentuk ijtihad yang sah. Hisab menawarkan prediksi jauh hari, sementara rukyat mengedepankan kehati-hatian lewat verifikasi langsung," ujar Ulul Albab dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menyayangkan jika selama ini publik terjebak dalam cara pandang yang dangkal. Seringkali, perbedaan tanggal hari raya langsung dicap sebagai tanda perpecahan.

Padahal, dinamika ini merupakan dialektika antara perkembangan sains modern dengan otoritas keagamaan yang masih terjaga.

Bagi Ulul, momen menanti hilal adalah waktu yang tepat untuk menguji toleransi intra-umat. Keseragaman tidak bisa menjadi satu-satunya indikator persatuan.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Kebenaran dalam ranah ijtihad memiliki banyak perspektif yang semuanya memiliki landasan teologis serta ilmiah yang kuat.

"Idul Fitri itu bukan cuma soal menyamakan kalender. Ini soal bagaimana kita tetap satu barisan meski berbeda jalan menuju hari kemenangan. Tidak ada tempat untuk saling menyalahkan dalam wilayah ijtihad," tegasnya.

Negara dan organisasi masyarakat (ormas) Islam memegang tanggung jawab besar untuk memberikan literasi keagamaan yang mencerahkan.

Tujuannya agar masyarakat tidak bingung saat pemerintah menggelar sidang isbat sementara kelompok lain sudah menetapkan hari raya lebih awal.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Transformasi diri setelah sebulan penuh berpuasa dianggap jauh lebih krusial dibandingkan meributkan selisih hari.

Ulul mengingatkan bahwa esensi Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

"Apa maknanya Idul Fitri datang lebih cepat atau lambat kalau hati kita belum kembali bersih? Mau beda hari pun, kita tetap menghadap kiblat yang sama dan mengucap takbir yang sama," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.