Kamis, 11 Jun 2026 18:57 WIB

Mengenal Ciri Spesifik Campak Agar Tak Terlambat Penanganan Medis

Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. Padahal, infeksi virus ini membawa risiko komplikasi serius hingga ancaman kematian, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Profesor Irwanto, menjelaskan bahwa kunci utama mencegah keparahan adalah dengan mengenali ciri spesifik sejak awal. Masyarakat perlu waspada jika muncul demam tinggi yang dibarengi dengan batuk serta pilek.

Baca Juga: Kasus Campak di Jember Tembus 119, Komisi D DPRD Minta Puskesmas Lakukan Terobosan

"Pastikan dahulu apakah muncul ruam merah yang khas di area belakang leher. Jika gejala tersebut ada, besar kemungkinan itu adalah campak," tuturnya.

Ia menambahkan, kecepatan identifikasi mandiri sangat menolong untuk memutus rantai penyebaran. Begitu gejala tersebut dirasakan, pasien harus segera menarik diri dari interaksi sosial dan menjalani isolasi mandiri agar tidak menularkan virus ke orang lain.

Daya tular campak tergolong sangat masif melalui percikan cairan (droplet) saat penderita bersin, batuk, atau sekadar berbincang.

Kontak fisik secara langsung pun menjadi jalur utama virus ini berpindah inang. Mengingat tingginya risiko di ruang publik, isolasi menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.

"Campak ini bukan penyakit ringan. Risiko kematiannya nyata. Penderita yang sudah terinfeksi wajib menjauh dari ruang publik, terutama dari jangkauan anak-anak," tegasnya.

Baca Juga: Kasus Campak di Jember Tembus 119, 3 Kecamatan Jadi Sorotan

Anak-anak menjadi kelompok yang paling terancam karena sistem imun mereka masih dalam tahap perkembangan. Risiko ini berlipat ganda jika sang anak belum mendapatkan vaksin Measles-rubella (MR).

Profesor Irwanto menyebut vaksinasi sebagai benteng pertahanan paling efektif untuk menekan munculnya wabah di lingkungan masyarakat.

Tenaga kesehatan kini terus mendorong edukasi masif bersama Kementerian Kesehatan untuk mengubah pola pikir warga.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Orang tua diminta tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat demi mendapatkan imunisasi bagi buah hati mereka.

Namun, upaya medis ini membutuhkan kerja sama dari sisi masyarakat. Kesadaran untuk memberikan vaksin sejak dini serta kepekaan terhadap gejala awal menjadi penentu keberhasilan penanganan campak secara nasional.

"Sekali lagi, jangan anggap sepele gejala yang muncul. Risiko kematian yang membayangi harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan anak," tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.