Selasa, 28 Jul 2026 21:21 WIB

Mengenal Ciri Spesifik Campak Agar Tak Terlambat Penanganan Medis

Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Penyakit campak sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat karena gejalanya yang menyerupai flu biasa. Padahal, infeksi virus ini membawa risiko komplikasi serius hingga ancaman kematian, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Profesor Irwanto, menjelaskan bahwa kunci utama mencegah keparahan adalah dengan mengenali ciri spesifik sejak awal. Masyarakat perlu waspada jika muncul demam tinggi yang dibarengi dengan batuk serta pilek.

Baca Juga: Atasi Bau Badan, Mahasiswa Unair Ciptakan Deodoran Tawas Beraroma Kekinian

"Pastikan dahulu apakah muncul ruam merah yang khas di area belakang leher. Jika gejala tersebut ada, besar kemungkinan itu adalah campak," tuturnya.

Ia menambahkan, kecepatan identifikasi mandiri sangat menolong untuk memutus rantai penyebaran. Begitu gejala tersebut dirasakan, pasien harus segera menarik diri dari interaksi sosial dan menjalani isolasi mandiri agar tidak menularkan virus ke orang lain.

Daya tular campak tergolong sangat masif melalui percikan cairan (droplet) saat penderita bersin, batuk, atau sekadar berbincang.

Kontak fisik secara langsung pun menjadi jalur utama virus ini berpindah inang. Mengingat tingginya risiko di ruang publik, isolasi menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.

"Campak ini bukan penyakit ringan. Risiko kematiannya nyata. Penderita yang sudah terinfeksi wajib menjauh dari ruang publik, terutama dari jangkauan anak-anak," tegasnya.

Baca Juga: Kombes Ganis Raih Doktor Unair, Angkat Peran Strategis Polwan

Anak-anak menjadi kelompok yang paling terancam karena sistem imun mereka masih dalam tahap perkembangan. Risiko ini berlipat ganda jika sang anak belum mendapatkan vaksin Measles-rubella (MR).

Profesor Irwanto menyebut vaksinasi sebagai benteng pertahanan paling efektif untuk menekan munculnya wabah di lingkungan masyarakat.

Tenaga kesehatan kini terus mendorong edukasi masif bersama Kementerian Kesehatan untuk mengubah pola pikir warga.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Orang tua diminta tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat demi mendapatkan imunisasi bagi buah hati mereka.

Namun, upaya medis ini membutuhkan kerja sama dari sisi masyarakat. Kesadaran untuk memberikan vaksin sejak dini serta kepekaan terhadap gejala awal menjadi penentu keberhasilan penanganan campak secara nasional.

"Sekali lagi, jangan anggap sepele gejala yang muncul. Risiko kematian yang membayangi harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan anak," tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.