Rabu, 24 Jun 2026 22:32 WIB

Ratusan Paus Pilot Terdampar di Rote Ndao, 50 Ekor Dilaporkan Mati

Kawanan paus pilot (pilot whales) ditemukan terjebak di area pesisir Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: WAG/jatimnow.com)
Kawanan paus pilot (pilot whales) ditemukan terjebak di area pesisir Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: WAG/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, mendadak penuh dengan ratusan mamalia laut pada Senin (9/3/2026). Kawanan paus pilot (pilot whales) ditemukan terjebak di area pesisir Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat kondisi air laut sedang surut drastis.

Kondisi ini memicu kepanikan warga lantaran banyak paus yang tidak sempat kembali ke kedalaman.

"Jumlahnya ratusan. Ini sudah hampir 50 ekor yang mati," ujar Endang, warga setempat yang ikut turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi, Selasa (10/3/2026).

Laporan awal yang masuk ke pihak kepolisian sempat menduga hewan-hewan tersebut adalah sekumpulan lumba-lumba.

Namun, saat tim Polsek Rote Barat Daya tiba di lokasi menggunakan kapal bodi dari Pelabuhan Batutua, barulah teridentifikasi bahwa mamalia yang terjebak merupakan gerombolan paus pilot.

Kapolsek Rote Barat Daya, IPDA Subur Gunawan, menjelaskan bahwa kawanan tersebut tidak hanya terdampar karena air surut, tetapi sebagian juga terjebak di dalam pukat milik nelayan setempat.

"Personel kami yang dipimpin Kanit SPKT III Aiptu Edwin Seran langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga," kata Subur.

Upaya penyelamatan paus pilot terdampar berlangsung dramatis di tengah keterbatasan alat.

Polisi bersama nelayan harus bekerja ekstra cepat menggiring paus-paus yang masih hidup menuju perairan yang lebih dalam sebelum air benar-benar kering.

Proses penggiringan manual ini memakan waktu hampir tiga jam. Petugas menggunakan kapal dan tenaga manusia untuk memastikan mamalia raksasa tersebut tidak kembali ke daratan.

“Dengan peralatan seadanya, personel kami dibantu nelayan menggiring gerombolan paus pilot ini ke titik aman. Kami mengantisipasi agar mereka tidak terjebak lagi saat air laut semakin surut,” lanjut Subur.

Setelah perjuangan panjang di bawah terik matahari, kawanan paus yang tersisa akhirnya berhasil mencapai laut lepas.

Subur mengapresiasi kerja sama solid para nelayan Desa Fuafuni yang merelakan waktu dan tenaga demi menjaga kelestarian biota laut di wilayah NTT tersebut.

Meski sebagian besar berhasil diselamatkan, puluhan bangkai paus yang mati di lokasi kini menjadi perhatian warga dan otoritas terkait untuk segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di area pesisir.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.