Temukan Bus Nakal di Terminal Arjosari Malang? Pemudik Bisa Lapor via Medsos
- Penulis : Avirista Midaada
- | Rabu, 11 Mar 2026 13:52 WIB
jatimnow.com - Masa angkutan mudik Hari Raya Idulfitri 2026 telah dimulai. Demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, pengelola Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Malang membuka kanal pengaduan langsung bagi penumpang yang menemukan armada bus tak layak atau pelayanan yang menyalahi aturan.
Langkah tegas ini diambil pengelola Terminal Arjosari yang berada di bawah Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengantisipasi praktik bus 'nakal', seperti pelanggaran tarif tiket atau penelantaran penumpang (oper penumpang di tengah jalan) yang kerap terjadi di musim mudik.
Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar
Pengawas TTA Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap potensi pelanggaran, meskipun seluruh armada bus telah melewati inspeksi keselamatan (ramp check) sebelum keluar terminal.
"Jika ada keluhan baik AKAP atau AKDP bisa langsung nge-DM Instagram atau medsos kami, atau nomor pengaduan Nawak Arjosari. Jadi bisa langsung di WA bisa DM, disertakan bukti foto, video, dan kronologinya gimana. Nanti pasti akan kami follow up dan kami evaluasi kami akan tindak bisnya," kata Mega Perwira Donowati, ditemui di Terminal Arjosari Malang, Rabu (11/3/2026).
Selain memperketat pengecekan fisik pada 300 hingga 400 armada bus yang beroperasi setiap harinya, pengelola terminal juga menggandeng Pemkot Malang dan Kepolisian untuk melakukan tes kesehatan menyeluruh bagi seluruh sopir dan kru bus.
Pada tes kesehatan yang digelar Selasa (10/3/2026), petugas memeriksa tekanan darah, gula darah, tes urine bebas narkoba, hingga kadar alkohol. Hasilnya, tiga orang sopir terpaksa diistirahatkan dan dilarang mengemudi.
Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Ada dua sopir yang terindikasi kandungan alkohol, meski sangat kecil dan satu sopir lagi mengalami gangguan pendengaran. Setelah ditelusuri lebih dalam, kandungan alkohol diduga berasal dari vape dan tape.
"Untuk yang kandungan alkohol, tidak dalam kandungan yang tinggi, masih sangat kecil sekali, karena nge-vape dan makan tape semalam, tiba di di terminal masih ada (kandungan alkohol) di dalam napas dan darahnya," ujarnya.
Terkait volume penumpang, Mega menyebut pergerakan penumpang di Terminal Arjosari saat ini masih terpantau landai dan stabil di angka 3.000 hingga 3.500 penumpang per hari. Ia memperkirakan, puncak arus mudik di sana terjadi pada 17-18 Maret 2026 dan puncak arus balik pada 24 Maret 2026 dengan pergerakan penumpang mencapai 4.500 orang per hari.
Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal
Langkah ketat pengelola terminal ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha transportasi. Penanggung Jawab PO Sinar Jaya, Dedi Fatchurrahman, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan fisik kru dan kelaikan armada jauh hari sebelum memasuki musim mudik.
"Di kami sendiri, saya kira sudah dipersiapkan masalah fisik dan tes kesehatan secara berkala. Jadi kita pantau kondisi sopir dan armada terus, supaya lebaran bisa maksimal," ungkap Dedi.
Dedi juga menambahkan bahwa tren penumpang saat ini justru didominasi arus kedatangan dari wilayah barat (Banten, Jabodetabek, dan Jawa Barat) menuju ke Malang dan sekitarnya. "Untuk keberangkatan dari Malang sendiri, kami mengoperasionalkan 12 armada," pungkasnya.
Editor : Dadang Kurnia