Minggu, 07 Jun 2026 13:43 WIB

DPR Minta Transparansi Total di Program Makan Bergizi Gratis Surabaya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 08 Mar 2026 21:39 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati mengajak warga Wiyung Surabaya awasi program Makan Bergizi Gratis guna cegah penyimpangan dan konflik kepentingan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati mengajak warga Wiyung Surabaya awasi program Makan Bergizi Gratis guna cegah penyimpangan dan konflik kepentingan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, meminta masyarakat di Kecamatan Wiyung, Surabaya, tidak pasif dalam menyambut program Makan Bergizi Gratis. Ia mendorong warga berani melapor jika menemukan kejanggalan dalam distribusi maupun kualitas makanan di lapangan.

Pernyataan ini muncul saat Indah menemui konstituen di Kebon Kota, Jajar Tunggal, Rabu (4/3). Menurutnya, program besar dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi kontrol sosial yang kuat dari tingkat akar rumput.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Tugas saya di DPR adalah memastikan manfaatnya sampai ke tangan yang berhak. Masukan dari Bapak dan Ibu sekalian menjadi bahan evaluasi agar kebijakan ini tepat sasaran," kata Indah di hadapan warga.

Politisi ini menjelaskan bahwa posisinya di Komisi IX menempatkannya sebagai mitra strategis Badan Gizi Nasional. Namun, ia secara tegas memilih untuk tidak terlibat dalam urusan teknis penyediaan makanan, seperti pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut diambil guna menjaga integritas dan menghindari benturan kepentingan antara fungsi pembuat kebijakan dengan pelaksana proyek.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

"Saya tegaskan, saya tidak mengelola dapur SPPG. Saya memilih berdiri di barisan pengawas. Dengan begitu, saya bisa bicara lantang jika ada yang tidak beres tanpa ada beban konflik kepentingan," tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang bukan sekadar bantuan pangan sesaat. Pemerintah memproyeksikan skema ini sebagai investasi manusia untuk memangkas angka tengkes (stunting) dan meningkatkan daya saing generasi mendatang, mulai dari fase kehamilan hingga usia sekolah.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Gegara Limbah

Indah juga menyarankan warga agar aktif berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah masing-masing jika menemukan kendala teknis.

Transparansi anggaran dan kualitas gizi menjadi harga mati agar visi menuju Indonesia Emas tidak terjegal oleh praktik penyimpangan di tingkat lokal.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.