Jumat, 24 Jul 2026 12:49 WIB

Indah Kurnia: Makan Bergizi Gratis Harus Libatkan Petani Sidoarjo

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan bagi-bagi susu dan nasi kotak. Proyek nasional ini punya misi ganda, mencetak generasi tangguh sekaligus memutar roda ekonomi di tingkat desa melalui penyerapan bahan pangan lokal.

Pesan ini mengemuka saat Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). Indah menyatakan bahwa keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiap wilayah harus menjadi berkah bagi petani dan pedagang sekitar.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

“Dapur SPPG wajib merangkul warga setempat sebagai pemasok bahan baku. Jadi, sambil anak-anak kita sehat, kantong para penyedia bahan pangan di desa juga ikut tebal,” ujar Indah di hadapan peserta sosialisasi.

Politisi perempuan ini melihat pembangunan bangsa harus bermula dari unit terkecil, yakni keluarga. Tanpa gizi yang cukup dan pengawasan orang tua, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi slogan tanpa isi.

Ia bahkan mengusulkan agar jangkauan program ini diperluas secara bertahap.

“Lansia juga perlu mendapat perhatian gizi yang serupa ke depannya. Namun, catatan besarnya adalah kualitas pelayanan dan standar makanan tidak boleh ditawar,” tambahnya.

Baca Juga: GMNI Jember Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi Ompreng Program MBG

Sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional dan BPOM, Komisi IX berkomitmen mengawal ketat implementasi di lapangan.

Indah mengingatkan warga agar tidak abai memeriksa aspek keamanan pangan secara mandiri, mulai dari izin edar hingga tanggal kedaluwarsa pada kemasan.

Langkah ini diambil agar masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi juga subjek yang cerdas dalam memilih konsumsi harian.

Baca Juga: Demo MBG di Lamongan, Satgas Diminta Lakukan Evaluasi Tata Kelola

Indah pun membuka ruang bagi warga Sidoarjo untuk memberikan kritik dan masukan langsung terkait jalannya program ini.

“Ini kerja gotong royong. Kami di DPR yang mengawasi, tapi bapak dan ibu adalah mata serta telinga di lapangan karena anak-anak kita yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.