Minggu, 07 Jun 2026 14:26 WIB

Indah Kurnia: Makan Bergizi Gratis Harus Libatkan Petani Sidoarjo

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan bagi-bagi susu dan nasi kotak. Proyek nasional ini punya misi ganda, mencetak generasi tangguh sekaligus memutar roda ekonomi di tingkat desa melalui penyerapan bahan pangan lokal.

Pesan ini mengemuka saat Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menemui warga di Pendopo Abah Yarno, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Senin (23/2). Indah menyatakan bahwa keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiap wilayah harus menjadi berkah bagi petani dan pedagang sekitar.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

“Dapur SPPG wajib merangkul warga setempat sebagai pemasok bahan baku. Jadi, sambil anak-anak kita sehat, kantong para penyedia bahan pangan di desa juga ikut tebal,” ujar Indah di hadapan peserta sosialisasi.

Politisi perempuan ini melihat pembangunan bangsa harus bermula dari unit terkecil, yakni keluarga. Tanpa gizi yang cukup dan pengawasan orang tua, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi slogan tanpa isi.

Ia bahkan mengusulkan agar jangkauan program ini diperluas secara bertahap.

“Lansia juga perlu mendapat perhatian gizi yang serupa ke depannya. Namun, catatan besarnya adalah kualitas pelayanan dan standar makanan tidak boleh ditawar,” tambahnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional dan BPOM, Komisi IX berkomitmen mengawal ketat implementasi di lapangan.

Indah mengingatkan warga agar tidak abai memeriksa aspek keamanan pangan secara mandiri, mulai dari izin edar hingga tanggal kedaluwarsa pada kemasan.

Langkah ini diambil agar masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi juga subjek yang cerdas dalam memilih konsumsi harian.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Gegara Limbah

Indah pun membuka ruang bagi warga Sidoarjo untuk memberikan kritik dan masukan langsung terkait jalannya program ini.

“Ini kerja gotong royong. Kami di DPR yang mengawasi, tapi bapak dan ibu adalah mata serta telinga di lapangan karena anak-anak kita yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.