Minggu, 07 Jun 2026 02:17 WIB

Dua Pertiga Sampah Kota Batu Organik, Desa Ini Uji Coba Zero Waste

Desa Oro-Oro Ombo kini menjadi pionir bagi Kota Batu dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Desa Oro-Oro Ombo kini menjadi pionir bagi Kota Batu dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Persoalan limbah rumah tangga di Kota Batu mulai menemukan titik terang melalui data akurat. Riset Analisis Karakteristik Sampah (AKSA) yang berlangsung pada 11–18 Februari 2026 menunjukkan fakta mengejutkan. 50 rumah tangga di Desa Oro-Oro Ombo memproduksi 757,15 kilogram sampah hanya dalam delapan hari.

Menariknya, sebesar 66,8 persen dari total timbulan tersebut merupakan sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kunci utama kebersihan kota ada pada pengolahan sisa dapur. Jika sampah organik ini tidak tertangani, ia akan membusuk di TPA dan menghasilkan gas metana yang merusak atmosfer.

Namun, jika dikelola sejak dari dapur warga, beban angkut sampah ke tempat pembuangan akhir bisa terpangkas drastis.

Kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, TPS3R Jalibar Berseri, dan ECOTON ini bertujuan memetakan komposisi sampah riil sebagai dasar kebijakan baru.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, berharap data ini bisa segera diaplikasikan dalam sistem kerja TPS3R Jalibar Berseri.

“Kami ingin hasil riset ini menjadi pijakan agar pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga bisa tuntas dalam satu hari melalui sistem jemput terpilah. Cara ini lebih cepat, hemat tenaga kerja, dan kami butuh dukungan pemerintah daerah agar sisa residu tetap dibantu pengelolaannya di TPA,” ujar Wiweko.

Selain organik, riset mencatat sampah residu sebesar 17,1 persen dan sampah daur ulang 8,7 persen. Ada pula temuan residu khusus berupa popok sekali pakai sebanyak 8 persen yang butuh penanganan serius karena risiko biologisnya.

Tonis Afrianto dari ECOTON memaparkan bahwa pihaknya tengah menyusun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana bersama DLH Kota Batu.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Menurutnya, Kota Batu harus mulai menerapkan pembatasan plastik sekali pakai secara ketat sesuai regulasi terbaru dari pusat.

“Kita perlu membangun sistem pengangkutan terpilah dan kampanye masif. Pengurangan dan pembatasan adalah langkah paling utama. Surat Edaran Menteri LHK Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan aturan pembatasan plastik sekali pakai adalah momentum yang tepat bagi daerah,” tegas Tonis.

Senada, Eni Maulidiyah dari DLH Kota Batu menyebut teknik seperti pembuatan kompos, eco-enzyme, hingga budidaya maggot harus menjadi standar di setiap TPS3R. Ia juga mengajak warga terlibat dalam gerakan Greenation melalui edukasi dari rumah ke rumah.

Tim peneliti merumuskan sejumlah langkah strategis guna menjamin keberlanjutan program ini, yang dimulai dengan penguatan pemilahan sampah langsung dari sumbernya.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

Kewajiban warga untuk memisahkan limbah sejak dari dapur menjadi kunci utama agar material organik yang basah tidak mencemari sampah daur ulang, sehingga nilai ekonominya tetap terjaga.

Mengingat dua pertiga timbulan sampah didominasi oleh bahan organik, optimalisasi pengomposan melalui penggunaan komposter ember, lubang biopori, hingga budidaya maggot menjadi strategi inti yang sangat efektif untuk diterapkan di lingkup rumah tangga.

Terakhir, upaya teknis tersebut perlu diperkuat dengan regulasi tingkat desa yang mengatur pembatasan plastik sekali pakai demi menekan volume sampah residu secara signifikan

Melalui langkah berbasis data ini, Desa Oro-Oro Ombo kini menjadi pionir bagi Kota Batu dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.