Senin, 08 Jun 2026 20:12 WIB

Menu MBG Dikritik, Bupati Jember Ingatkan Pengelola SPPG Hal Ini

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 26 Feb 2026 13:20 WIB
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan ramai disoroti masyarakat. Menyikapi hal itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berhati-hati dalam pelaksanaan. Ia menegaskan kepala daerah memiliki kewenangan merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional jika ditemukan pelanggaran serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Fawait dalam video yang diunggahnya, Kamis (26/2/2026). Ia menilai wajar jika program berskala besar seperti MBG masih memerlukan penyempurnaan.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Kalau ada kekurangan, iya wajar. Namanya program besar dan cakupan juga besar. Tahun ini menurut saya menjadi ukuran, bahwa MBG ini perlu perbaikan dan saya setuju,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa MBG merupakan program pemerintah pusat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, pelaksanaan di daerah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kepala daerah.

“Seandainya ada kekurangan-kekurangan pelaksanaan MBG, saya justru sebagai kepala daerah atau bupati, saya mohon maaf. Dan kepala daerah yang lain harus gitu juga dong, ada MBG di daerah masing-masing, jangan menyalahkan pemerintah pusat apalagi presiden, terlalu jauh,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab Jember akan mengefektifkan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk. Satgas tersebut akan memantau dapur-dapur SPPG agar pelaksanaan sesuai standar.

“Saya atas nama Bupati Jember, saya pasti akan mengefektifkan satgas bagi dapur-dapur yang main-main, memberikan menu-menu yang menurut kami tidak pas, hati-hati,” pesannya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Ia menambahkan, kepala daerah memiliki hak untuk memberikan rekomendasi kepada BGN apabila ditemukan pelanggaran yang tidak diperbaiki.

“Kepala daerah punya hak untuk memberikan rekomendasi kepada BGN untuk menghentikan, dan tentu itu bisa memastikan bahwa CCTV terhubung ke dapur SPPG yang ada di Jember,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG di Jember untuk evaluasi bersama. Ia juga berencana membentuk grup komunikasi guna memastikan pelaporan menu makanan dilakukan setiap hari.

“Kami akan segera kumpulkan kepala-kepala SPPG dan kita akan bikin grup (WhatsApp) dan mereka wajib untuk mendata menu masakan setiap hari yang diberikan,” tegas Fawait.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Meski diwarnai kritik, Bupati menilai program MBG tetap menjadi harapan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“MBG menjadi harapan baru bagi kami, untuk menggeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik,” pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.