Kamis, 23 Jul 2026 03:51 WIB

PGN Masuk Jajaran Elite Bisnis Asia Pasifik 2026

PGN resmi masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik 2026 rilisan Majalah TIME dan Statista. (Foto: PGN/jatimnow.com)
PGN resmi masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik 2026 rilisan Majalah TIME dan Statista. (Foto: PGN/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di panggung ekonomi global. Subholding Gas Pertamina ini resmi masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik 2026 rilisan Majalah TIME dan Statista.

Menduduki peringkat 288 dengan skor total 82,65, PGN bersanding dengan deretan korporasi raksasa dunia lainnya. Pencapaian ini menempatkan PGN sebagai satu dari sedikit entitas asal Indonesia yang dinilai mampu menjaga ritme pertumbuhan di tengah guncangan ekonomi global dan kebijakan tarif internasional yang fluktuatif sejak 2025.

Baca Juga: Pabrik Sepeda di Semarang Gunakan Gas Bumi PGN, Produksi Kian Efisien

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyebut pengakuan internasional ini sebagai buah dari pengelolaan bisnis yang terukur.

"Penghargaan ini mencerminkan kemampuan kami menghadapi ketidakpastian pasar lewat efisiensi operasional dan mitigasi risiko yang pruden. Ini adalah kehormatan atas dedikasi seluruh Perwira PGN di tengah situasi ekonomi dunia yang kompleks," ujar Arief melalui siaran pers, Senin (23/2/2026).

Metodologi penilaian yang diterapkan TIME dan Statista menyasar tiga aspek fundamental sebagai tulang punggung keberlanjutan perusahaan, dimulai dari penguatan internal melalui parameter kepuasan karyawan.

PGN mencatatkan angka employee engagement sebesar 87,74% yang masuk dalam kategori tinggi, didukung oleh lingkungan kerja adaptif bagi 2.752 pekerjanya.

Soliditas ini tercermin dari tingkat perputaran karyawan (turnover) yang mampu ditekan hingga di bawah 3%, membuktikan keberhasilan manajemen dalam menjaga loyalitas serta produktivitas sumber daya manusia di tengah persaingan industri.

Kondisi internal yang stabil tersebut berbanding lurus dengan performa finansial perusahaan yang menunjukkan tren positif selama tiga tahun terakhir.

Di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif, PGN membuktikan ketangguhannya melalui pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dimulai dari USD 3,57 miliar pada 2022 hingga merangkak naik menyentuh USD 3,78 miliar pada penutupan tahun 2024.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi efisiensi operasional dan perluasan pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang dijalankan perusahaan berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI

Melengkapi dominasi di sisi sumber daya dan keuangan, PGN juga unggul dalam parameter transparansi keberlanjutan melalui implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) yang ketat.

Perusahaan berhasil menekan risiko ESG secara konsisten, dengan sorotan utama pada keberhasilan reduksi emisi karbon, penjagaan keberagaman jajaran direksi, hingga kepatuhan tinggi terhadap sistem antikorupsi.

Integrasi ketiga pilar inilah yang akhirnya mengantarkan PGN meraih pengakuan internasional sebagai salah satu entitas bisnis paling tangguh di kawasan Asia-Pasifik.

Keberhasilan PGN menembus jajaran elite Asia-Pasifik ini tidak lepas dari transformasi yang dimulai sejak 2022.

Arief memaparkan bahwa disiplin dalam pengelolaan arus kas dan optimalisasi infrastruktur gas bumi menjadi kunci utama perusahaan tetap berdiri tegak.

Baca Juga: Daerah Pesisir Penghasil Migas Diusulkan Dapat Dukungan Fiskal Lebih Besar

"Kami membangun fondasi bisnis yang sehat. Fokusnya adalah memperkuat infrastruktur dan menjalankan efisiensi di segala lini," tambahnya.

Meski tantangan ekonomi global diprediksi masih akan dinamis, PGN optimistis fundamental bisnis yang kuat akan membawa perusahaan melakukan ekspansi lebih luas.

Pengakuan dari TIME ini menjadi bukti bahwa inovasi dan keberlanjutan jangka panjang bukan sekadar target, melainkan realitas yang telah dijalankan oleh PGN.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.