Sabtu, 06 Jun 2026 11:10 WIB

Mengenal Hybrid Warfare, Ancaman Tak Kasat Mata Bagi Generasi Muda

Letda Laut Abdul Aziz saat menjadi pemateri podcast Pojok Salahuddin. (Foto: IG @aziz.aljaisyi/jatimnow.com)
Letda Laut Abdul Aziz saat menjadi pemateri podcast Pojok Salahuddin. (Foto: IG @aziz.aljaisyi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Era peperangan modern tak lagi sekadar soal adu peluru atau ledakan bom di medan tempur.

Saat ini, masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, sedang berada dalam pusaran hybrid warfare atau peperangan hibrida yang menyerang tanpa suara.

Baca Juga: Inspirasi Prajurit, Danmenart 2 Marinir Selesaikan S2 di Universitas Pertahanan

Ancaman ini tidak menggunakan kekuatan militer fisik, melainkan melalui serangan psikologis, disinformasi, hingga perusakan moral melalui ruang digital.

Letda Laut (KH) Abdul Aziz, seorang perwira rohani di TNI Angkatan Laut, mengungkapkan bahwa Gen Z menjadi target utama dalam skema peperangan ini.

Menurutnya, musuh saat ini menyusup lewat layar ponsel yang digenggam setiap hari.

"Peperangan hibrida memiliki banyak komponen, mulai dari tersebarnya berita bohong (hoaks) hingga upaya merusak mental dan psikologi," ujar Abdul Aziz dalam bincang santai dengan Eric Ireng di laman Instagram Masjid Salahuddin.

Aziz menjelaskan bahwa perusakan mental ini sering kali tidak disadari. Ia menunjuk fenomena game online yang berlebihan, judi online (slot), hingga paparan konten pornografi sebagai instrumen yang sengaja digunakan untuk membuat anak muda menjadi apatis terhadap lingkungan sekitar.

Dampak nyata dari serangan ini adalah pergeseran nilai hidup. Munculnya budaya hedonisme yang dipamerkan di media sosial memicu ketidakpuasan dalam keluarga dan meningkatkan angka perceraian.

"Laki-laki dirusak dengan penyimpangan seksual lewat video porno, sementara perempuan dirusak dengan pengaruh gaya hidup mewah (hedonisme). Banyak konten sengaja didesain untuk pamer dan merusak mental bangsa kita," tambahnya.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Sebagai perwira dengan latar belakang pesantren, Aziz mematahkan anggapan bahwa kehidupan militer menjauhkan seseorang dari agama.

Di TNI AL, terdapat korps khusus yang bertugas melakukan pembinaan mental (Bintal). Baginya, prajurit yang tangguh harus memiliki keseimbangan antara fisik dan spiritual.

Prajurit yang hanya kuat secara fisik tetapi rapuh mentalnya cenderung rentan terhadap penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

Sebaliknya, rasa takut dan cinta kepada Tuhan justru menjadi motor penggerak profesionalisme dan kejujuran dalam bertugas.

Kiat Menjaga Waras di Era Digital

Baca Juga: Uji Kesiapan Tempur, Kavaleri Marinir Gelar Latihan Amfibi di Situbondo

Untuk menghadapi gempuran ancaman non-fisik ini, Aziz membagikan tiga langkah strategis guna menjaga stabilitas mental dan iman bagi masyarakat luas.

Pertama, seleksi lingkaran pertemanan. Karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Pilihlah lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kedua, terus belajar. Menghadiri majelis ilmu atau kajian agama berfungsi sebagai cara mengisi ulang daya (recharge) iman agar tetap stabil.

Selanjutnya yang ketiga yakni kekuatan doa. Mengingat hati manusia mudah berbolak-balik, memohon keteguhan prinsip kepada Tuhan menjadi kunci terakhir.

Kehadiran sosok seperti Letda Abdul Aziz di jajaran TNI AL membuktikan bahwa menjaga kedaulatan negara saat ini juga berarti menjaga keutuhan mental dan spiritual warganya dari serangan yang tak terlihat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.