Sabtu, 06 Jun 2026 10:46 WIB

Program Oplah di Jember Mendapat Sorotan, Warga Duga Ada Mark Up Anggaran

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 20 Feb 2026 10:59 WIB
Foto: Sidak Komisi B DPRD Jember ke sejumlah titik Oplah. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Sidak Komisi B DPRD Jember ke sejumlah titik Oplah. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Jember menuai sorotan. Sejumlah warga dan petani di Kecamatan Bangsalsari menduga terjadi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaannya.

Sorotan mencuat setelah inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi B DPRD Jember menemukan beberapa titik oplah yang belum beroperasi dan diduga mengalami kendala pengelolaan air. Padahal, berdasarkan papan informasi proyek, anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp90 juta per titik.

Baca Juga: Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Sundari, salah satu warga Bangsalsari, menilai nilai pembangunan yang tertera tidak sebanding dengan kondisi fisik di lapangan.

“Perhitungan teknis yang kami himpun, serta informasi yang kami dapat, estimasi biaya pengerjaan maksimal hanya berkisar di angka Rp40 juta sampai Rp45 jutaan. Sementara di papan informasi tertulis Rp91.500.069. Terdapat selisih signifikan yang perlu dipertanggungjawabkan secara transparan,” ujar Sundari, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, warga dan petani telah beberapa kali mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Jember untuk mengawal program tersebut. Ia menegaskan, pengawasan dilakukan agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani.

“Kami mengawal agar anggaran negara digunakan tepat sasaran demi kesejahteraan petani, bukan untuk kepentingan oknum tertentu,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Warga pun mendesak dinas terkait membuka dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), mekanisme pencairan dana, serta laporan realisasi fisik dari 107 kelompok tani (poktan) penerima program oplah di Kabupaten Jember. Sundari menyebut pihaknya siap menempuh jalur hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Kami akan menempuh banyak jalur, pertama secara politik melalui Komisi B, kami akan gugat melalui PN Jember, dan jika ada indikasi pidananya kami akan melapor ke kejaksaan,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jember, Khurul Fatoni, turut menyoroti ketidakhadiran Ketua Poktan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan dinas terkait dalam RDP yang digelar di ruang Komisi B.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

“Di Bangsalsari ini menurut saya sangat kuat dugaan penyimpangan itu. Maka dari itu, saya sangat mendukung teman-teman dari Bangsalsari untuk melanjutkan pengawalan,” ujarnya.

Ia juga mendorong Komisi B untuk kembali turun ke lapangan guna membuka secara terang pelaksanaan 107 titik oplah di Kabupaten Jember.

“Kalau memang tidak ada yang ditutup-tutupi, saya yakin tinggal kirim datanya. Saya siap melakukan pendampingan serta pengawasan,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.