Sabtu, 06 Jun 2026 12:39 WIB

DPRD Jember Nilai Program Oplah Dari Kementan RI Tak Sesuai dan Asal-asalan

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 19 Feb 2026 10:01 WIB
Foto: Komisi B DPRD Jember saat sidak beberapa waktu lalu (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Komisi B DPRD Jember saat sidak beberapa waktu lalu (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian RI di Jember dinilai tidak sesuai dan dibangun asal-asalan. Hal tersebut disampaikan Komisi B DPRD Jember saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa petani dan tokoh masyarakat Kecamatan Bangsalsari.

Terdapat 107 kelompok tani (poktan) di Jember yang menerima bantuan program oplah dari kementerian RI. Namun hingga kini, Komisi B DPRD Jember belum menerima data lokasi dan poktan penerima bantuan tersebut.

Baca Juga: Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Bahkan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember terkesan tertutup saat diminta data poktan penerima program ini.

Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi B DPRD Jember, diketahui banyak Oplah yang belum berfungsi dan tidak sesuai peruntukannya.

"Menurut kami aneh, tempat penampungan air tapi sungainya lebih rendah dari tempat penampungan air. Di musim hujan saja, debit air tidak terlalu besar untuk mengisi penampungan atau Oplah. Apalagi nanti ketika musim kemarau," kata Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, Rabu (18/2/2026).

Candra membeberkan saat sidak di lokasi Oplah di Desa Tisnogambar memang bangunan ada, namun ia tidak melihat air keluar. Padahal proses pengerjaan sudah selesai dan bagaimana juga penentuan titik lokasinya.

"Keyakinan saya, niat baik dari pemerintah pusat atau kabupaten untuk optimalisasi lahan, saya yakin tidak akan sesuai dengan target yang di rencanakan," sambungnya.

Hal senada juga diungkap oleh Suharto anggota Komisi B DPRD Jember yang juga turut serta melaksanakan sidak. Menurutnya peruntukan oplah di tiga tempat itu tidak maksimal dan tidak sesuai teknik.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

"Di Desa Banjarsari airnya tidak masuk. Di Desa Tisnogambar juga belum lengkap dan lainnya juga saya yakin juga sama," ungkapnya.

Suharto meyakini, kemungkinan dari ratusan titik oplah yang ada di Jember dibuat secara asal-asalan dan tidak sesuai dari peruntukan.

"Sementara kita belum punya data dari dinas pertanian (TPHP), kami minta data belum diberi. Saya harap dalam waktu dekat, kita diberikan data 107 poktan penerima bantuan oplah. Kita masih kesulitan, karena data belum lengkap," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Sarana Dinas TPHP Jember, Mohammad Kosim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terhadap program Oplah ini. Menurutnya pihak dinas telah berupaya maksimal dalam menjalankan program tersebut.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

"Poktan penerima usulan dari PPL kami. Tim Unej sudah melakukan survey terkait kelayakan dari lokasi tersebut untuk mendapatkan program oplah dan baru kita menetapkan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dan diusulkan kepala dinas untuk menjadi pelaksana kegiatan," pungkasnya.

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.