Kamis, 23 Jul 2026 06:58 WIB

Melihat Persiapan Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Tulungagung

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Feb 2026 07:59 WIB
Foto: Petugas saat memasang lampu lampion di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petugas saat memasang lampu lampion di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung mulai berhias. Sejumlah lampu lampion dipasang untuk memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek. Sejumlah ritual sebagai pembuka perayaan Tahun Baru Imlek telah digelar. Salah satunya adalah ritual ayak abu. Dalam ritual tersebut mereka membersihkan abu dupa dari setiap bokor yang berada di altar klenteng tersebut.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Tjio Jingjing mengatakan ritual ayak abu menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan Imlek.Prosesi ayak abu dilakukan setelah ritual sembahyang Sang Sin, yakni momen ketika para dewa diyakini naik ke nirwana beberapa hari sebelum Imlek. Tradisi bersih-bersih hanya boleh dilakukan sebelum Imlek. Setelah tahun baru tiba, aktivitas seperti menyapu atau membuang sampah justru dihindari karena dipercaya dapat membuang rezeki.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

“Kalau menjelang Imlek kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh. Sampah itu istilahnya ditaruh dulu, besoknya baru boleh dibuang,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya menggelar ritual, pengurus klenteng juga mulai menghias dengan memasang sejumlah lampu lampion. Terdapat 250 lampion yang dipasang di sejumlah titik, mulai altar hingga halaman klenteng. Lampu lampion warna merah yang dipasang ini juga memiliki makna tersediri. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

“Lampion kita kiriman dari Jakarta. Bukan sumbangan langsung, tapi kelenteng menyediakan. Yang besar seharga 500 ribu, yang kecil 200 ribu. Tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu,” tuturnya.

Setelah pemasangan lampion, pengurus akan menggelar ritual mengganti baju dewa. Prosesi penggantian baju dewa ini akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Baju para dewa yang mayoritas berwarna kuning akan diganti dengan warna merah.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Tanggal 15 kita akan melakukan ritual penggantian baju dewa untuk perayaan Imlek," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.