Sabtu, 06 Jun 2026 23:53 WIB

Melihat Persiapan Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Tulungagung

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Feb 2026 07:59 WIB
Foto: Petugas saat memasang lampu lampion di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petugas saat memasang lampu lampion di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung mulai berhias. Sejumlah lampu lampion dipasang untuk memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek. Sejumlah ritual sebagai pembuka perayaan Tahun Baru Imlek telah digelar. Salah satunya adalah ritual ayak abu. Dalam ritual tersebut mereka membersihkan abu dupa dari setiap bokor yang berada di altar klenteng tersebut.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Tjio Jingjing mengatakan ritual ayak abu menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan Imlek.Prosesi ayak abu dilakukan setelah ritual sembahyang Sang Sin, yakni momen ketika para dewa diyakini naik ke nirwana beberapa hari sebelum Imlek. Tradisi bersih-bersih hanya boleh dilakukan sebelum Imlek. Setelah tahun baru tiba, aktivitas seperti menyapu atau membuang sampah justru dihindari karena dipercaya dapat membuang rezeki.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

“Kalau menjelang Imlek kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh. Sampah itu istilahnya ditaruh dulu, besoknya baru boleh dibuang,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya menggelar ritual, pengurus klenteng juga mulai menghias dengan memasang sejumlah lampu lampion. Terdapat 250 lampion yang dipasang di sejumlah titik, mulai altar hingga halaman klenteng. Lampu lampion warna merah yang dipasang ini juga memiliki makna tersediri. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

“Lampion kita kiriman dari Jakarta. Bukan sumbangan langsung, tapi kelenteng menyediakan. Yang besar seharga 500 ribu, yang kecil 200 ribu. Tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu,” tuturnya.

Setelah pemasangan lampion, pengurus akan menggelar ritual mengganti baju dewa. Prosesi penggantian baju dewa ini akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Baju para dewa yang mayoritas berwarna kuning akan diganti dengan warna merah.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Tanggal 15 kita akan melakukan ritual penggantian baju dewa untuk perayaan Imlek," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.