Kamis, 23 Jul 2026 05:38 WIB

Program Oplah di Jember Dikeluhkan Petani, DPRD Gelar Sidak

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 04 Feb 2026 11:40 WIB
Foto: Komisi B DPRD Jember saat melakukan sidak Oplah. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Komisi B DPRD Jember saat melakukan sidak Oplah. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com–Program Optimasi Lahan (Oplah) yang dilaksanakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menuai keluhan dari sejumlah petani. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dinilai kurang tepat sasaran dan belum memberikan manfaat optimal bagi lahan pertanian.

Keluhan petani tersebut ditindaklanjuti Komisi B DPRD Jember dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (3/2/2026). Sidak dilakukan di Desa Tugusari, Tisnogambar, dan Desa Banjarsari.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sesuai laporan masyarakat.

“Kami meninjau langsung lokasi Oplah yang dikeluhkan petani. Dari hasil pantauan di tiga desa, program Oplah ini memang bersumber dari APBN,” ujarnya.

Di Desa Tugusari, Oplah direncanakan sebagai penampungan air untuk mengairi lahan pertanian seluas sekitar 19 hektare. Namun, hasil di lapangan dinilai belum sesuai harapan.

“Debit air di lokasi memang cukup tinggi, tetapi kapasitas penampungan Oplah terlalu kecil. Sehingga belum mampu mengairi lahan pertanian seluas 19 hektare seperti yang direncanakan,” jelasnya.

Sementara di Desa Tisnogambar, pembangunan fisik Oplah telah rampung, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Masalahnya pada sarana pendukung. Alat penyedot air belum tersedia, sehingga aliran air ke lahan pertanian belum bisa dilakukan,” tambahnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Atas kondisi tersebut, para petani meminta agar difasilitasi pertemuan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember guna membahas perencanaan program.

“Masyarakat mempertanyakan alasan penentuan lokasi Oplah, meminta keterbukaan informasi terkait rencana anggaran biaya, serta kejelasan manfaat dan efektivitas program terhadap optimalisasi lahan pertanian,” tegas Candra.

Keluhan serupa disampaikan Hariyanto, petani asal Desa Banjarsari. Ia menilai program Oplah perlu dievaluasi karena pembangunan tandon air dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan petani setempat.

“Di desa kami, nilai sarana dan prasarana Oplah yang terpasang hanya sekitar Rp10 juta, sementara anggarannya mencapai Rp91 juta,” ungkapnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut merupakan lahan tadah hujan, sehingga keberadaan tandon air tanpa sumber air permanen dinilai tidak efektif.

“Kami khawatir saat musim kemarau, tandon air itu tidak berfungsi sama sekali karena tidak ada sumber airnya,” imbuh Hariyanto.

Petani mendesak DPRD Kabupaten Jember untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Oplah agar tujuan optimalisasi lahan pertanian benar-benar dapat dirasakan oleh petani.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.