Minggu, 07 Jun 2026 07:12 WIB

Mahasiswa Ubaya Rancang Boneka Edukasi Seksual Interaktif

Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan solusi inovatif, yakni Boneka Sentasi.

Boneka edukasi seksual interaktif ini dirancang untuk anak usia 3-6 tahun, memberikan pemahaman tentang sentuhan aman dan tidak aman sejak dini.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Amelia Margaretha Suprapto, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, memperkenalkan Boneka Sentasi dalam sosialisasi di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya.

Boneka ini hadir dalam dua karakter, Luca (laki-laki) dan Luna (perempuan), dilengkapi sensor sentuh di area sensitif seperti wajah, dada, alat kelamin, dan pantat. Ketika disentuh, boneka akan mengeluarkan suara peringatan, "Jangan sentuh!".

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menunjukkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap kekerasan seksual.

"Edukasi seksual itu penting sejak dini sebagai upaya pencegahan," ujar Amel. "Boneka ini memudahkan guru menyampaikan materi edukasi seksual dengan cara yang menyenangkan."

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Boneka Sentasi dilengkapi pakaian yang bisa dilepas-pasang dan tiga ekspresi wajah magnetik (senang, sedih, marah). Ada juga buku panduan untuk guru yang berisi materi edukasi dan skenario bermain peran.

Bunga Lia, seorang ibu yang anaknya mengikuti sosialisasi, menyambut baik inovasi ini. "Pendidikan seksual sejak dini itu penting, apalagi sekarang. Lebih menarik karena sambil bermain, jadi anak lebih mudah paham," katanya.

Shinta Oktaviani, Kepala Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya, menambahkan, dengan Boneka Sentasi, anak-anak belajar lebih jelas dan mengembangkan kemampuan emosi.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Mereka jadi tahu kapan harus bicara dan menolak, serta paham batasan sentuhan pada tubuh mereka," tambahnya.

Boneka Sentasi adalah proyek tugas akhir Amel dan dipamerkan di GradeX, pameran tugas akhir mahasiswa Ubaya.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.