Rabu, 22 Jul 2026 16:43 WIB

Mahasiswa Ubaya Rancang Boneka Edukasi Seksual Interaktif

Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan solusi inovatif, yakni Boneka Sentasi.

Boneka edukasi seksual interaktif ini dirancang untuk anak usia 3-6 tahun, memberikan pemahaman tentang sentuhan aman dan tidak aman sejak dini.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Amelia Margaretha Suprapto, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, memperkenalkan Boneka Sentasi dalam sosialisasi di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya.

Boneka ini hadir dalam dua karakter, Luca (laki-laki) dan Luna (perempuan), dilengkapi sensor sentuh di area sensitif seperti wajah, dada, alat kelamin, dan pantat. Ketika disentuh, boneka akan mengeluarkan suara peringatan, "Jangan sentuh!".

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menunjukkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap kekerasan seksual.

"Edukasi seksual itu penting sejak dini sebagai upaya pencegahan," ujar Amel. "Boneka ini memudahkan guru menyampaikan materi edukasi seksual dengan cara yang menyenangkan."

Baca Juga: Tiga Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Pelecehan Balita di Probolinggo Belum Ada Tersangka

Boneka Sentasi dilengkapi pakaian yang bisa dilepas-pasang dan tiga ekspresi wajah magnetik (senang, sedih, marah). Ada juga buku panduan untuk guru yang berisi materi edukasi dan skenario bermain peran.

Bunga Lia, seorang ibu yang anaknya mengikuti sosialisasi, menyambut baik inovasi ini. "Pendidikan seksual sejak dini itu penting, apalagi sekarang. Lebih menarik karena sambil bermain, jadi anak lebih mudah paham," katanya.

Shinta Oktaviani, Kepala Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya, menambahkan, dengan Boneka Sentasi, anak-anak belajar lebih jelas dan mengembangkan kemampuan emosi.

Baca Juga: Ikhtiar Buruh Kebun Banyuwangi Mengikis Diskriminasi Gender di Ladang

"Mereka jadi tahu kapan harus bicara dan menolak, serta paham batasan sentuhan pada tubuh mereka," tambahnya.

Boneka Sentasi adalah proyek tugas akhir Amel dan dipamerkan di GradeX, pameran tugas akhir mahasiswa Ubaya.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.