Selasa, 21 Jul 2026 23:15 WIB

Ikhtiar Buruh Kebun Banyuwangi Mengikis Diskriminasi Gender di Ladang

Komnas Perempuan turun langsung ke wilayah kerja PTPN I (Persero) Regional 5 akhir Juni lalu. (Foto: SPBun for jatimnow.com)
Komnas Perempuan turun langsung ke wilayah kerja PTPN I (Persero) Regional 5 akhir Juni lalu. (Foto: SPBun for jatimnow.com)

jatimnow.com - Hidup sebagai buruh perempuan di sektor perkebunan tak pernah sederhana. Di balik hamparan hijau yang sunyi, jerat diskriminasi hingga ancaman kekerasan seksual kerap membayangi langkah kaki mereka saat memeras keringat.

Realitas getir di wilayah pelosok tersebut kini coba didobrak lewat gerakan penyelamatan dari dalam kebun.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBun NXII) bergerak taktis membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Dunia Kerja.

Langkah konkret yang dirancang di Kebun Kalikempit Kalisepanjang Jatirono, Banyuwangi tersebut menjadi benteng baru untuk memutus rantai trauma para pekerja perempuan.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) turun langsung ke wilayah kerja PTPN I Regional 5 tersebut akhir Juni lalu. Mereka membedah langsung sistem proteksi yang selama ini longgar di area perkebunan.

Komisioner Komnas Perempuan Irwan Setiawan memandang geografis perkebunan yang terisolasi melahirkan kerentanan yang spesifik. Korban sering kali tidak tahu harus mengadu ke mana saat ruang kerjanya berubah menjadi neraka intimidasi.

"Karakter lapangan perkebunan punya tantangan tersendiri. Perusahaan dan serikat pekerja wajib mengadopsi mekanisme perlindungan yang membumi agar perempuan bisa pulang ke rumah dengan selamat," kata Irwan di hadapan manajemen dan perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Coffee Cupping Workshop SPBUN Nusantara XII Cetak SDM Kopi Berdaya Saing

Kerentanan buruh tani perempuan juga berkelindan dengan urusan isi dompet dan kesempatan naik kelas. Ketua Bidang II SPBun NXII Thomas E Nugroho bercerita, ketimpangan struktural membuat pekerja perempuan sering kali tertahan di lapis terbawah.

Organisasinya kini memasang badan untuk memastikan hak-hak normatif tidak lagi disunat.

Melalui Komisi Perlindungan Perempuan yang baru disisipkan dalam struktur kepengurusan, serikat pekerja mulai memelototi kesetaraan akses. Mulai dari urusan upah sepadan, kesempatan pelatihan, hingga promosi jabatan yang adil.

"Kami tidak mau lagi melihat ada batas yang membedakan pekerja berdasarkan gender. Perempuan di perkebunan berhak atas penghasilan dan jenjang karier yang setara dengan laki-laki jika kompetensinya mumpuni," kata Thomas.

Baca Juga: Tiga Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Pelecehan Balita di Probolinggo Belum Ada Tersangka

Komitmen tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas. SPBun NXII sedang menggodok draf regulasi yang berkiblat pada aturan global, yakni Konvensi ILO Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja.

Rekomendasi hukum internasional tersebut akan disuntikkan ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Manajemen PTPN I pada periode perundingan mendatang.

Dengan begitu, setiap tindakan pelecehan di area perkebunan akan otomatis dikategorikan sebagai pelanggaran hukum industrial yang serius, bukan lagi sekadar urusan pribadi antarkaryawan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.