Minggu, 14 Jun 2026 05:30 WIB

Petrokimia Gresik Raih 3 Penghargaan K3 dari Gubernur Jatim

Foto: Pertunjukan simulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di acara pembukaan Bulan K3 2026 di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik. (Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Foto: Pertunjukan simulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di acara pembukaan Bulan K3 2026 di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik. (Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com-Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyabet tiga penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik di lingkungan perusahaan.

Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di acara pembukaan Bulan K3 2026 di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Adapun tiga penghargaan yang diraih Petrokimia Gresik yaitu atas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kemudian penghargaan atas upaya dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV/AIDS) serta penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) di tempat kerja.

Selain itu, terdapat dua entitas anak perusahaan Petrokimia Gresik juga mendapatkan penghargaan. Yaitu PT Petrokimia Kayaku mendapatkan penghargaan Zero Accident, dan PT Petrosida Gresik juga menerima penghargaan P2TB.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan terima kasih karena komitmen Petrokimia Gresik adan anak perusahaan dalam menerapkan aspek-aspek K3 di lingkungan perusahaan mendapatkan penghargaan langsung dari Gubernur Khofifah. Menurutnya, menerapkan K3 bagi Petrokimia Gresik bukan lagi sebatas kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Penghargaan ini menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan," ujarnya.

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang tidak boleh terganggu operasionalnya. Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab besar memproduksi jutaan ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia tiap tahunnya. Karena itu, penerapan K3 dengan disiplin dan inovatif adalah keniscayaan.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Dijelaskannya, Petrokimia Gresik yang lokasinya berdampingan dengan permukiman masyarakat harus terus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan elemen penting karyawan, yaitu keluarga. Sehingga, stabilitas pangan Indonesia dapat terus terjaga.

"Selain masyarakat, Petrokimia Gresik juga melibatkan keluarga. Harapannya, karyawan sudah terbiasa menerapkan prinsip-prinsip K3 sejak di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga," tandasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Pemprov memiliki peran strategis untuk memastikan sistem K3 berjalan dengan efektif, berkelanjutan, dan berbudaya di seluruh wilayah Jawa Timur. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui regulasi dan pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, serta pemberian apresiasi kepada pihak-pihak yang berkomitmen tinggi terhadap penerapan K3, termasuk Petrokimia Gresik yang mendapatkan penghargaan SMK3.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

“Salah satu bentuk nyata peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang menerima penghargaan K3 di Jawa Timur pada tahun 2026, yaitu sebanyak 717 penerima penghargaan," terangnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi seluruh dunia usaha di Jawa Timur untuk terus meningkatkan komitmen dalam penerapan K3, sehingga tercipta tempat kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.

"K3 bukan sekadar kewajiban regulatif. K3 adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Nilai bahwa produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Nilai bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita jadikan Bulan K3 Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, memperbaiki sistem, dan membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.