Rabu, 22 Jul 2026 23:18 WIB

ITS Genjot Riset, Rp83 Miliar Digelontorkan Demi Top 300 Dunia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia melalui program hibah riset SRG 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia melalui program hibah riset SRG 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serius mengejar visi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Buktinya, ITS mengalokasikan anggaran hingga Rp 83 miliar untuk program Strategic Research Grant (SRG) 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendongkrak kinerja riset dan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa SRG 2026 adalah skema hibah riset non-kompetisi yang berbasis pada kinerja keilmuan dosen. Tujuannya adalah menghasilkan riset berkualitas yang terukur dan berdampak, serta meningkatkan H-Index dosen.

"SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi," tegas Bambang.

Program ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan kolaborasi, dan regenerasi peneliti. ITS menargetkan 1.186 proposal penelitian selesai di-review pada akhir Januari sebelum pencairan dana.

Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhamad Hatta, merinci alokasi dana riset yang dibagi ke dalam empat tipe, mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 100 juta, dengan target publikasi di jurnal Scopus Q4 hingga Q1.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

Meskipun kinerja riset ITS secara nasional cukup baik (peringkat kedua nasional dalam jumlah proposal BIMA yang didanai pada 2025), masih ada sejumlah tantangan.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menyebutkan bahwa masih ada dosen yang belum memiliki H-index, tingkat sitasi publikasi ITS masih perlu ditingkatkan, dan dukungan untuk dosen S2 perlu diperkuat.

Untuk mengatasi hal ini, DRPM ITS menyediakan berbagai program pendampingan bagi dosen, seperti pelatihan penulisan proposal dan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Taufany berharap SRG 2026 dapat membantu ITS mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

"Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS," ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.